nhk

WSBK 2013 Laguna Seca (Race): Sykes Dekati Gelar Juara Dunia

ManiakMotor – Ronde ke-12 WABK di Laguna Seca, Amrik, sebenarnya berlangsung luar biasa alot dan menegangkan. Sama tegang dengan perhelatan MotoGP Aragon, yang beda hanya gaungnya.

Race 2 yang berlangsung Minggu (29/9) waktu Amerika atau Senin (30/9) pagi di rumah sampeyan, berlangsung gemuruh dengan dentuman knalpot superbike yang lebih menggema. Eugene Laverty (Irlandia/Aprilia) tarik-tarikan dan pepet-pepetan dengan sesama pengguna Aprilia, Davide Giugliano (Italia), di baris depan yang akhirnya dimenangi Laverty dengan gap 0,112 detik saja.

Di belakang mereka menyusul Marco Melandri (Italia/BMW), Tom Sykes (Inggris/Kawasaki) dan Sylvain Guintoli (Italia/Aprilia) yang juga saling betot gas dan sampai di garis finis nyaris berbarengan. Seru kan? Sayang balapan moge jalanan yang dimodifikasi jadi balap benaran ini, tak ada siaran langsungnya ke Indonesia, jadinya kurang menggema.
  {Flash=images/IklanYamaha/yamahapromo.swf|width=500|height=160}
 
Pada Race 1 sebelumnya, lomba lebih ganas. Tercatat tiga kali harus dilakukan start ulang akibat banyaknya kecelakaan yang menghalangi balapan. Di sesi yang murninya hanya melombakan 12 laps dari harusnya 26 itu, Sykes tampil sebagai juara disusul Chaz Davies (Inggris/BMW), Laverty, Melandri, dan Guintoli.

Hasil dua race itu membuat Sykes kini lebih mantap menatap gelar dunia 2013 yang balapannya tinggal menyisakan dua ronde akhir di Prancis dan Spanyol pada Oktober. Sykes memimpin klasemen dengan total poin 361, unggul 23 angka dari pesaing terdekat, Laverty (338 poin).

Dari hitungan teknis, peluang Sykes memang sangat besar melihat performa Kawasaki ZX-10R yang dibesutnya musim ini. Tapi, jika sedikt saja apes, semuanya bisa berbalik karena dua event di depan masih menyisakan 4 race perebutan poin. Artinya, masih tersedia 100 poin untuk diperebutkan. Karenanya peluang menjadi juara dunia tak hanya buat Sykes dan Laverty, tapi juga masih terbuka buat Guintoli (337), Melandri (319) dan Davies (259). Begitulah teorinya. Andro
 
BAGIKAN