nhk

Yamaha All New Jupiter Z1 Injeksi IndoPrix 2013, Mengalir Dari R1-R5 Sentul Kecil

 

ManiakMotor – Walau banyak rahasia, maksudnya sulit dikorek komponen injeksi Yamaha All New Jupiter Z1 versi balap, performa motor ini tetap agresif. Tikungan-tikungan yang menuntut tenaga dan kelincahan sasis, diterobos enteng. Itu pengamatan portal ini pada proyek Yamaha Racing Jepang dipertontonkan pada media. Tepatnya di Sentul International Karting (Sentul kecil), Bogor, Jawa barat, Jumat, 1 Maret 2013.

Perhatikan pada rangkaian R1 sampai R5, ini radius atau corner alias tikungan tersulit di Sentul Kecil. Ini tikungan sahut-sahutan yang saling berbalasan. Tikungan bersambung dan satu sama lain saling berkaitan. Di situ  Jupiter Z1 tetap mengalir dengan dorongan torsi dan kelincahan sasis yang diredam Kayaba. Hasilnya, pembalapnya mudah memanajemen pengkolan ini hingga tembus ke-R5. Setara Jupiter Z versi karbu yang selalu unggul di tikungan tersebut.  “Silakan foto sepuasnya, tapi jangan tanya spesifikasi. Mohon maaf  belum bisa beberkan,” kata M. Abidin yang menjabat GM Service And Motosport YIMM.

Secara visual  siapapun yang hadir di Sentul Kecil bisa bilang cepat. Apalagi yang jarang nonton balap.  Yang dites dua unit prototipe hasil riset di negara Sakura. Pembalapnya adalah Rey Ratukore dan Sigit PD. Rey pakai spek IP1 (125 cc) dan Sigit pakai IP2 (110 cc).  Ergonomiknya telah disesuaikan dengan mereka. Maklum brosist, ini motor nyaris dua minggu diuji di Sentul.

Sudarmono yang pertama kali mengetes motor ini di Jepang tahun lalu. Dia sih hadir, tapi hanya menyaksikan dari jauh. “Aku lagi kurang fit Mas. Tapi banyak perubahan dibanding saya coba di Jepang pertama kali,” singkat Momon nama lain dari mantan wakil presiden zaman Soeharto itu, becanda, cui.

Informasi yang didapat adalah, throttle body merupakan prototipe yang dibuat langsung di Jepang. Namanya prototipe berarti nggak dijual umum. Desainnya diciptakan sendiri hanya untuk Jupiter Z1 balap. “Diameternya 28 mm. Sudah ya hanya itu yang saat ini bisa saya buka,” pendek Supriyanto, manajer motorsport YIMM.

Maniakmotor.com sempat memotret benda ajaib macam piring terbang milik UFO itu. Ya, disebut UFO karena masih menduga-duga, bro. Terlihat dari luar, kode pada throttle body spek IP1 dan IP2 yang berbeda. Jelas saja beda. Lha wong kapasitasnya juga beda, ya saluran suplai bahan bakar pasti berlainan. Makanya, kurang jelas kata Supriyanto yang 28 mm itu, untuk IP1 atau IP2, bro? Lha, orangnya sudah nggak ada.

Apalagi mau membidik  peranti elektronik yang kabelnya berseliweran di bawah sadel (bagasi), kru mekanik segera menutup joknya. Nah cerita kabel ini juga sama semerawutnya dengan bebek Honda injeksi balap milik Astra Racing Team (ART). “Mesin sih beres, tapi penataan kabel-kabel sampai sekarang masih sulit rapi. Karena semua perangkatnya gado-gado,” jelas Benny Djati Utomo, pawang  ART. Nah, nggak beda jauh dengan masalah Jupiter Z1, kan.

Dari catatan waktu antara Rey dan Sigit bermain di 58-59 detik per lap. “Sebetulnya saya minta gir belakang lebih ringan,” kata Rey yang juga merahasiakan jumlah mata sproket yang ia minta. Terlihat di R7 yang merupakan belokan rolling speed panjang, Z1 pacuan Rey kurang ‘teriak’, ngeden. Menanggapi ini Abidin menjawab bahwa saat itu memang bukan sesi setting, tapi unjuk peforma pada media. Hehehe, media yang mana pak…?

Sementara Sigit merasa mesin sudah cukup enak. “Sejak awal tes lalu, cuaca di Sentul berubah terus. Berbeda dengan Jupiter karburator yang harus selalu setting spuyer, Z1 langsung menyesuaikan. Mungkin yang perlu dibenahi adalah distribusi bobot, karena tangki bahan bakar konstruksinya masih ke belakang, harusnya pindah ke tengah. Tepatnya di bawah jok bagian pengendara,” kata Sigit yang selalu PD (percaya diri) ini. Masih menurut Sigit, karakter Z1 lebih lembut dibanding versi karbu. “Kedengaran mesin yang disambut kenalpot Akrapovich seperti ndak mau lari,  tapi pada grip gas powernya kuat,” kata pembalap kalem ini.

Dalam test ini masih menggunakan bahan bakar Avgas. Menurut Supriyanto riset masih akan terus berlanjut, salah satunya adalah penggunaan Pertamax Plus sesuai aturan IP 2013. “Secara teori memang hanya menurunkan perbandingan kompresi. Namun prakteknya pada motor injeksi yang masih proses riset tidak semudah itu,” pungkasnya.

Iya pak, untuk IP1 di Sentul kecil bisa 57 detik koma sekian. Itu didapat Jupiter Z versi karbu. Sedang IP2 rata-rata 58 detik koma tengah. Adit

BERITA TERKAIT

Sudarmono Jajal Jupiter Z1 Injeksi Di Jepang, Ya Buat IndoPrix..!

IndoPrix 2013; Yamaha Racing Jepang, Coba All New Jupiter Z1 Injeksi Balap Di Sentul, Hasilnya..?

All New Jupiter Z1, Turun Di IndoPrix Kenjeran

Regulasi Oktan 95 (Pertamax Plus) IndoPrix 2013, Yamaha Protes Keras..! Aturan Jalan Terus..?

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353