nhk

Yamaha Cup Race 2018 Semarang: Race YCR1 Tarzan Juara Buka-Bukaan Setelan AFR

Tarzan dapat setelan pas

ManiakMotor – Setiap karakter korekan berbeda permintaan AFR (Air Fuel Ratio). Korekan mekanik A, akan beda dengan si B, walau sama-sama Yamaha MX-King yang aturannya juga podo di kelas YCR1 (Bebek 4T TU 150 Seeded). Belum lagi dipengaruhi sirkuit, suhu saat itu dan tipikal joki. Termasuk di dalamnya perbandingan reduksi alias gir.

Itu nyata dialami MX King Aryanto Tarzan (Yamaha BAF Akai Jaya MBKW2). Dia juara di race YCR1 dalam rangka Grand Final Yamaha Cup Race di sirkuit Mijen, Semarang, Jawa Tengah pada Minggu 2 Desember 2018. Tarzan yang di QTT hanya ke-6 malah unggul jauh saat lomba, ketika berhasil memperbaiki pemetaan ECU-ya.

Race YCR-1

Ngomong ECU maka muncul istilah AFR yang sebenarnya di karbu zaman dulu sama dengan campuran udara dan bahan bakar yang harus homogen. Maksudnya pas sekali, agar ledakan bersih, “Kemarin saat QTT, MX-King saya bermasalah dengan AFR ini, terlalu dicekek, kekeringan,” kata Tarzan yang dalam 20 lap bisa mengatur ritme balapnya.

Yogi yang menangani mesin MX-King bikinan MBKW2 yang dipakai Tarzan bercerita settingan AFR. Katanya saat QTT tenaga motor nggak keluar semua. Saat itu AFR disetel pada 12, tapi ternyata klepnya nggak kuat, “Sekarang lomba pakai AFR 11,8. Gir pun minta berat sikit, 14:47. Jadi aman walau putaran mesin sampai mentok-mentok seperti gaya Tarzan,” cerita Yogi dengan senyum keberhasilan.

Beda AFR kamu boleh lihat pada posisi yang kedua ditempati Agus Setiawan (Yamaha ABHLM FDR). AFR mesin MX-King Agus menggaunakan 12.2, kedengarannya kering. Bahkan girnya lebih ringan dari Tarzan, yakni 50:14 yang loginya akan kepanasan mesinnya, saking entengnya reduksi.

“Tapi seperti itulah mesin yang pas dengan saya di Mijen. Saya butuh akselerasi cepat. Dan itu berhasil saya dapatkan pada motor setelan seperti itu. Sayang, sokbreker belakang setelannya kurang pas, sehingga repot kejar Tarzan. Roda belakang selalu geser saat diberi power,” kata Agus yang tertinggal 0.384 detik dari Tarzan.

Fadhil malah jatuh

Dengar juga cerita Iswandi Muis yang ketiga di YCR1. Omongannya berdasarkan jam terbangnya di balap motor Indonesia. Dia sudah 31 tahun bro, sudah gonta-ganti merek dan tim papan atas yang pernah ia bela. Pembalap di YCR ini atas nama Yamaha Adhi Motor dari Sulawesi, punya pendapat.

Katanya, namanya balapan apalagi bebek, jarang menemukan set-up yang disebut sempurna. “Seperti MX King saya, minta AFR 12,8 dengan gir 48:14, eh masih terasa basah. Bisa begitu, karena saya lama nggak bermain di sirkuit yang banyak rolling speed. Kalau di Sulawesi, umumnya sirkuit dadakan yang tikungannya patah-patah. Tapi itu sudah setelan yang maksimal yang didapat pada motor,” papar Muis yang pernah main di Jawa 5 tahun.

Lalu ke mana Rusman Fadhil yang kemarin pole position dan mengaku menyukai Mijen. Ternyata dia jatuh saat di posisi tiga sodara-sodara. Raider  

BACA JUGA

Hasil Grand Final Yamaha Cup Race (YCR) Mijen, Semarang, Jateng 1 – 2 Desember 2018

Grand Final YCR 2018 Semarang: Fadhil Pole Position YCR1, Suka Rolling Speed Mijen

Grand Final YCR Semarang 2018: QTT YCR2, Dadan Kencang Dalam Hujan

Final Yamaha Cup Race 2018, Semarang: Siap Hadir 72 Finalis Region (YCR1-YCR6), Coaching Clinic Aerox 155 Cup Community Dari Hammar

Jelang Grand Final Yamaha Cup Race 2018: Pesertanya Yang Hanya Punya Point Region

BAGIKAN