nhk

Yamaha Cup Race 2019 Boyolali: QTT YCR4 (MP2) Riky Ibrahim Pole, Power Bawah..!

ManiakMotor – Yamaha CuP Race (YCR) tahun ini atau 2019 ada istilah kelas yang berubah. Itu sesuai struktur kejurnas tahun ini yang MP2 bukan unggulan lagi. Tahun lalu, MP2 di YCR disebut YCR2.

Tapi di ronde 1 YCR di sirkuit Gokart Boyolali, Jateng pada 27 – 28 April 2019, MP2 atai Bebek 125 4T TU Seeded itu diubah jadi YCR4, “Kita hanya menukar nama kelasnya.  Jika tahun lalu YCR2 sekarang YCR4. Tetapi regulasi motor dan pembalapnya tetap sama dengan MP2,” sebut Mas Roby yang jadi panitia sibuk YCR.

Riky dan bos bersama mekaniknya

Nah, YCR4 ini pada Sabtu 27 April 2019 telah mengadakan kualifikasi atau QTT. Yang tercepat adalah Riky Ibrahim dari Kuningan, Jabar. Dia memperkuat MPRT NHK SSS RCB UMA Racing Proliner, waw banyak bangat komponennya.

Riky yang mengaku baru pertama kali merasakan sirkuit Boyolali mencetak 57.137 detik, selisih 0.200 detik dari Doohan Akbar (Yamaha Bintang Centula RCB NHK Proliner), “Kalau main QTT memang harus dipush. Persoalannya ada beberapa tikungan yang rada tanggung cenderung ‘menipu’. Tapi coba saya maksimalkan,” sebut Riky dengan senyum keberhasilan kualifiaksi.

Riky mengaku dengan tikungan-tikungan yang tanggung tadi dia sikit paksakan motornya. Tapi itu didukung motor 1-nya yang nurut, lantaran menggunakan suspensi Kayaba. Kebetulan juga korekan Z1 ini diklaim sangat pas dengan karakter sirkuit. Maksudnya saat perbandingan gir ketemu, posisi gas pada reduksi sesuai jarak tikungan, power juga mentok. Ya tinggal tutup dan nikung.

Jadi nggak kelebihan dan kekurangan tenaga yang dibutuhkan Riky. Namanya juga pas bro. “Jadi kami tinggal setting AFR pada angka 11.8 – 12.0,” sebut Kang Iman yang pegang-pegang lap top untuk memapping Z1-nya Riky. Pak Iman juga mulai merapa cuaca untuk persiapan race pada Minggu 28 April, tetap di srikuit yang sama. Ya iyalah..!

Sementara diposisi kedua ada Doohan tadi. Anak Palembang yang sebenarnya rumahnya di Bintaro, Banten itu mencetak 57.420 detik, “Saya sudah beberapa kali coba sirkuit ini, ada enaknya ada sulitnya juga. Enaknya karena sirkuit ini permanen yang artinya racing line tidak berubah-berubah. Berarti set-up motor boleh maksimal mungkin,” kata Doohan yang punya target juara saat race.

Nggak enaknya kata Doohan, sirkuit ini butuh power besar untuk tarikan awal. Sebab sirkuitnya sempit dan pendek. “Rasio harus sangat rapat. Perbandingan final gir juga harus ringan. Kan butuh tenaga cepat dari bawah, karena sirkuit ini putara bawah,” timpal M Taufik, mekaniknya Centula. Raider

BAGIKAN