nhk

Yamaha Cup Race Boyolali 2020: Kualifikasi Bebek 4T 150cc Expert, Yoga Adi Rebut Pole Position, Hujan..!

Maniakmotor – Pada qualftying practice YCR1 atau Bebek 150 cc 4T Expert berlansung basah. Ya, wet race bangat, lantaran hujan cukup deras dengan cuaca mendung ke arah gelap. Para pembalap dan mekanik pun dituntut untuk lebih memutar pikiran, kan beda dengan saat disetting kering. Potensi asli motor kurang muncul, tapi potensi joki saat basah nongol.

Dan yang merebut pole position adalah Yoga Adi yang membela Yamaha Akai Jaya. Dia mencetak 59.356 detik. Terlihat Yoga luwes ‘berenang’ di lintasan basah. Dia mampu mengatasi motornya mengambang akibat dibatasi air antara aspal dan bannya. Ah itu yang disebut aquapaling. “Saya berusaha meluncurkan motor dengan halus lewat rpm jadi  akselerasi boleh terawat. Pengereman dan memiringkan motor juga jangan seperti kering,” kata Yoga pada  triknya.

Yoga Adi

Didukung omongan Yogi sebagai insinyur mesin tim Yamaha Akai yang menyetel MX-King Yoga. Kata dia saat QTT berlangsung basah, mekanik disibukkan oleh penyetelan mesin, “Harus dibikin halus. Tekanan ban juga dibikin jadi 18 psi depan dan belakang 19 psi,” senyum Yogi yang mengaku kurang puas lantaran berminggu-minggu dia meriset MX-King si Yoga agar ketahuan kecepatan sebenarnya, namun dihadang kuyup, eh basah.

Posisi kedua juga ada pembalap yang baru pindah tim dan naik ke Expert, ia adalah M. Robby Sakera dari Bahtera Racing Management dengan time 59.447 detik. “Kebetulan ikut mas Yoga Adi dan kawan-kawan yang senior. Sebab baru beberapa kali main dengan motor spek ini di hujan. Saya terbawa irama halus mereka,” sebut Robby dengan logat maduranya.

Sedang Syamsul Arifin dari Yamaha Oryza Motorsport dengan time 59.666 detik berada di posisi ketiga. Kalau bisa dibilang dia bagian dari front row untuk balapan. Joki satu ini memiliki teknik dan settingan yang sikit berbeda dari kedua pembalap yang telah disebut tadi. “Kalau saya saat hujan lebih di fokus posisi tubuh dan sudut kemiringan motor. Posisi tubuh boleh rebah, namun sambil meneggakan motor,” bilang Syamsul yang akrab di panggil Pipin itu.

Dari segi settingan motor Pipin lebih menyukai gir yang lebih ringan. Alasannya, di saat basah membuka gas selalu lebih lambat, “Sehingga saat motor tegak akan cepat sampai pada kecepatan dan tenaga yang sesuai dengan kondisi hujan,” komentar Pipin sambil minta reporter mengiyakan pendapatnya.

Ya, ya, ya…. Raider

BACA JUGA

Hasil Yamaha Cup Race Boyolali, Jawa Tengah 29 Februari – 1 Maret 2020

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353