nhk

Yamaha Cup Race (YCR) 2015 Cirebon: ‘Rahasia’ Setting Z1 Ahwin Tanpa Lawan!

 

 

 

ManiakMotor – Cerita injeksi tak lepas dari perangkat elektronik yang berperan mengolah sistem bahan bakar. Bahan bakar sebagai energi terbesar soal power. “ECU, throttle body, dan injector masih pakai bawaan Z1 Racing Jepang,” sebut Haris Shakti Prabowo alias Mlethiz, tunner dari Yamaha Trijaya  seraya menjelaskan jadwal balap yang padat  salah satu kendala riset piranti injeksi lokalnya.

Z1 yang dikorek Mlethiz sudah terbukti tangguh di trek dadakan lewat Ahwin Sanjaya. Tapi ini di kelas pemula atau YCR 3 (underbone 125 cc pemula). Ini adalah salah satu kelas dinanti puluhan ribu penonton di Area Sport Centre Pemda, Sumber, Cirebon, Jabar (26-27/9) dalam rangka seri 6 Yamaha Cup Race atau YCR. Dan Z1 Ahwin itu yang membawanya juara umum di Cirebon.

Berarti Z1 Ahwin eektroniknya pakai Jepang dan mesinnya korekan Mlethiz. Basic power sudah dapat 23,5 dk dengan klep titanium produk Jepang. So, memang tak banyak ubahan yang dilakukan pada setup perangkat injeksinya.

“Yang penting dan utama pada mapping ECU. Alat bantu settingnya adalah  YZ Power Tuner. Pemetaannya  mudah dan singkat, cuma 2 menit. Yang lama justru bikin mesin dikawinkan dengan elektronik ini,” yakin Mlethiz pada alat yang saat datangnya Z1 Racing dari Jepang cukup menyita perhatian, lantaran cara kerjanya dibikin simpel. Disebut begitu tak perlu bawa-bawa lap top untuk mengatur udara, lambda dan sebagainya deh.

Alat ini serupa tuning SE YZ series. Fungsi utamanya buat setting FI (Fuel Injection) dan ignition. Jadi untuk menambah dan mengurangi  suplai bahan bakar sesuai permintaan, juga atur derajat pengapian mau maju atau mundur. Singkatnya tinggal kotak-katik dari kotak elektroniknya. Untuk FI totalnya bisa menambah dan mengurangi hingga 7 tingkat. Masing-masing tingkatan, akan memiskinkan atau memperkaya bahan bakar sebanyak 3 persen dari standar. 

Suplai bahan bakar bisa bertambah total mencapai 20 persen. Untuk derajat pengapian, bisa maju 4 derajat dan mundur 9 derajat.  “Set-up FI dan ignition atas pertimbangan panjang sirkuit, jumlah tikungan, model tikungan dan suhu. Untuk seri ini, FI di angka 3 dan ignition 0 (nol). Angka 0 ignition adalah base mapping,” rinci Mlethiz seraya menyebut untuk setting injector (posisi) masih bawaan aslinya.

Alat itu punya memori internal yang bisa nyimpan 9 mapping, dan datanya bisa dipindah ke laptop. Untuk menu dan petunjuknya sangat mudah dan jelas. “Mekanik jadi mudah setting,  terutama jika pindah sirkuit, cukup masukkan data setingan lama, ya beres. Asyiknya selain bisa setting FI dan ignition, pada menu monitor kita bisa pantau kondisi mesin dari rpm, intake air temperature, water temperature, tekanan udara, throttle position, engine running time dan error code self diagnostic system. Dia bekerja real time atau selalu membaca situasi saat itu yang membuat ketepatan pembakaran presisi,” imbuh Disep PJ, divisi motosport yang langganan memandu mekanik dalam YTA (Yamaha Technical Academy).

Pantas. “Trek dadakan begini, Z1 terasa lebih nyaman. Makin panas makin jadi, dang nggak mudah drop. Pembalap memang dituntut pandai menghaluskan rpm,” bilang Ahwin yang sukses dinobatkan juara umum seri YCR ini dan berhak memboyong 1 unit Z1. Itu lantaran sukses  podium pertama di YCR3 dan runner up YCR4 (110 cc). Selamat! Ardel

BACA JUGA

Hasil Yamaha Cup Race (YCR) Cirebon, Jabar 26 – 27 September 2015

Yamaha Cup Race (YCR) 2015 Cirebon: Aldhila Vs Amin, Duel 5TP Heru KT Vs Gendut GDT!

Yamaha Cup Race (YCR) 2015 Cirebon: Kualifikasi, YCR 1-3 Z1 Makin Jadi Di Trek Dadakan

Yamaha Cup Race (YCR) 2015 Cirebon: Waw..! Di Masa Sulit Dapat 149 Starter

Yamaha Cup Race (YCR) 2015 Seri ke-6, Gelaran Perdana di Kota Cirebon

 

 

BAGIKAN