nhk

Yamaha Cup Race (YCR) 2016 Tasikmalaya (Final): Awas Topan-Rere, Jurus Kejutan Erwin!

YCR Tasikmalaya 10 - 11 Desember 2016

ManiakMotor – Membalap dengan bebek pakai jurus tinggi ada di Yamaha Cup Race (YCR) di Tasikmalaya, Jabar (10-11/12). Dilapalkan di sirkuit Bukit Peusar oleh pemain paling atas di Indonesia. Disebut paling tinggi karena di negeri ini baru dua pembalap yang bisa ke Moto2. Yakni Doni Tata dan Rafid Topan, yang lain mah baru cita-cita. Topan hadir di seri final YCR 2016 ini.

Erwin dan Rey Ratukore
Erwin dan Rey Ratukore

Topan yang besar dari bebek tentu memberi kejutan sejak kualifikasi. Kejutan lain dari Reynaldi ‘Rere’ Pradana yang juga baru YCR di Tasik ini ikut. Topan membela R7 Racing Tech dan Rere HDS Racing. Keduanya memberi semangat tersendiri dengan petarung luar Jawa seperti Iskar HU (Makassar), Agung Septiyan (Jambi), Renggi Lukmana (Padang), I keut Madiasta (Bali), Sondak P (balikpapan). Yang mengezutkan Iskar bertarung atas nama Khevalindo Waloja (Madiun). Pertanda tahun depan bergabung dengan tim milik duo Yudi Khevalindo dan Murry Waloja? Kita tungu saja!

Tapi kualifikasi YCR2 atau moped 125 cc 4T TU seeded asli bikin terkejut. Malah Erwin Ridwansyah tercepat dengan 1:01.783 detik. Erwin yang membela tim Yamalube Mandiri Bien Racing WHK 35 FDR NHK RRS itu, masih berstatus pemula. Padahal umurnya sudah 22 tahun. Dan itu uji coba untuk musim depan buat Erwin.

Tak ada pilihan, “Erwin harus naik seeded, mengingat usianya. YCR ini jadi kesempatan untuk menimba pengalaman, terutama mental tanding. Arahan yang diberikan bisa diserap dengan baik, terutama teknik rolling dan menahan rpm. Kuncian utama di R2 dan R terakhir, di situ harus bisa jaga rpm, biar keluar bisa dapat tenaga optimal. Memang Erwin masih pakai Jupiter 5TP yang karbu,” sebut Rey Ratukore, selaku mentor di tim milik H. Budi ‘Bien’ Bulkaini itu.

Banyak kejutan di YCR seri akhir Tasik 2016
Banyak kejutan di YCR seri akhir Tasik 2016

Untuk YCR1 atau moped 150 cc4T TU seeded masih milik Sulung Giwa (Yamaha Bahtera RT). “Set up suspensi belakang dibuat lebih keras dan tekanan ban dinaikkan. Rebound dibuat 2 klik lebih cepat dibanding sebelumnya, spring dibuat lebhih keras 1 mm, tekanan ban naik jadi 1 psi dibanding sebelumnya (depan), sedangkan belakang turun 2 psi,” sebut Widya Krida, mekanik Bahtera.

Sedang Rere di grid ketiga di YCR1 dengan 1:01.844 detik atau terpaut 0.366 dengan Sulung. Rere pakai MX King korekan Hawadis. Lalu ke mana Topan, nah lihat saja di hasil lomba. Lho katanya bikin kejutan. Mungkin maksud penulis, kejutan nama besar Topan. Apakah begitu penulis???? Ardel

BACA JUGA

Hasil YCR Bukit Peusar, Tasikmalaya, Jabar 10 – 11 Desember 2016

BAGIKAN