nhk

Yamaha Cup Race (YCR) 2016 Tasikmalaya (Final): Murid VR 46 Membagi Ilmu Rossi Sendiri!

YCR Tasikmalaya 10 - 11 Desember 2016

ManiakMotor – Ada baiknya penyelenggaraan YCR (Yamaha Cup Race) memilih sirkuit permanen. Misal seperti seri final YCR di Tasikmalaya, Jabar di sirkuit Bukit Peusar pada 10 – 11 Desember 2016 ini. Tujuannya mengedukasi sejak dini, terutama membaca dan menentukan racing line, titik pengereman dan riding style.

Galang bagi-bagi ilmu dari VR46
Galang bagi-bagi ilmu dari VR46

Itu yang dibicarakan Galang Hendra saat coaching clinic bersama rider muda di kelas YCR 5 dan YCR 6 di Tasik. Pembalap yang membela Yamaha Racing Indonesia (YRI) di kancah balap asia (ARRC) kelas Asia Production (AP) 250 cc memang didaulat jadi mentornya. “Bila di sirkuit dadakan, gaya dan racing line masih akan terbawa gaya pasar senggol juga,” sebut GPH, sapaan Galang.

Di pasar senggol memang lebih asyik langsung menusuk ke sisi dalam tikungan, ketimbang dibikin rolling. Macam main grasstrack. Kalau gaya itu dipakai di sirkuit permanen yang sudah jelas titik-titik pengereman dan inersia lajunya motor, hasilnya malah jadi lambat. Dalam coaching clinic itu terungkap motor akan drop putaran mesinnya lebih banyak dibanding pakai rolling yang tenaga motor tetap terawat idealnya.

Bukannya dilarang bermain pasar senggol, bisa. Tapi harus dipahami soal gaya kedua jenis sirkuit. “Memang tergantung kemampuan pembalap beradaptasi. Akan lebih baik sejak dini menggunakan teknik yang sering dipakai internasional. Balapan internasional selalu di sirkuit permanen,” lanjut GPH yang mendapatkan ilmu itu dari VR 46 Riders Academy milik Valentino Rossi, karena Galang sudah dua kali belajar di sana.

Peserta didikan Galang
Peserta didikan Galang

Oleh Roby Winaldi dari Divisi Motosport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) dijelaskan, “Itu juga yang jadi pertimbangan seri final ini digelar di Bukit Peusar. Terlebih dua seri sebelumnya Purwokerto dan Tulungagung sudah main di sirkuit non permanen. Ke depan bisa saja dimungkinkan. Tapi YCR sangat berhungan dengan promosi. Tak hanya balap di YCR,  beragam aktifitas lain seperti stand pameran, panggung hiburan, dan safety riding,” ujar Robby.

Galang melanjutkan yang terpenting percaya diri untuk mental. Yakin pada kinerja mekanik, manager, crew, niscaya motor akan nurut. Dicontohkan menaklukan Bukit Peusar, sirkuit  sepanjang 1,3 Km dengan 16 variasi tikungan dan karakter naik turun. “Kunci utamanya  tikungan terakhir yang menurun. Harus berani buka gas sampai dengan tikungan 1. Pastinya, harus pada racing line yang tepat. Kalau dengan Jupiter Z-1 lebih optimal dengan gigi 4, sedang MX King 150 dengan gigi 5,” terang Galang yang sukses meraih medali emas (PON XIX) di sirkuit yang sama.

Kunci lainnya, namanya balap adalah konsisten pada waktu yang seimbang setiap lap. Berarti selalu pada racing line yang sama, putaran mesin yang sama, pengereman pada titik yang sama dan pada kecepatan yang sama. Ini agak susah di Bukit Peusar karena permukaan trek yang naik-turun. “Saat R2, bisa dengan gigi 2 atau 3 disesuaikan dengan kondisi pertarungan. Jika memang lepas sendiri bisa dengan gigi 3 saat melibas tikungan pertama,” tutur Galang pada 20 ABG yang mengikuti sesi coaching clinic. “Jangan lupa, harus maksimalkan sisi dalam lintasan agar optimal menjaga RPM mesin. Jangan pula banyak menggunakan rem depan. Yang penting memainkan badan karena permukaan lintasan banyak yang miring,” tutup Galang.

Oke deh! Ardel

BACA JUGA

Hasil YCR Bukit Peusar, Tasikmalaya, Jabar 10 – 11 Desember 2016

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353