nhk

Yamaha Endurance Festival 2019: Kelas 150 Juaranya Pasangan YROI, Kedua Bos Yamaha

ManiakMotor – Punya jalan cerita sediri dari race kelas 150 CC di Yamaha Endurance Festival pada Minggu 15 September 2019. Kagetan pertama ikutnya Presiden Direktur PT Yamaha Indonesia Minoru Morimoto. Bukan sekadar ikut tapi juara kedua di kelas komunitas. Juga dicampur dengan peserta dari media nasional. Mereka di undang untuk merasakan balapan 2 jam ketahanan dengan All New R15 VVA.

Yang kelihatan sangat kuat bukan media-nya, tapi komunitasnya, haha. Tadinya portal ini mengirim jokinya, tapi nggak bisa karena umurnya baru 16 tahun, belum ada KTP untuk asuransi. Masak iya, sudah jadi wartawan 16 tahun, haha. Itu mah pembalap benaran. Tapi memang begitu adanya, portal ini hanya punya stok pembalap asli. Becanda bro.

Minoru Morimoto (tengah) dan bersama dua pasangannya

Tapi memang yang dominan dari komunitas, karena mereka rajin ikut Yamaha Sunday Race (YSR). Seperti tim YROI pasangan Fariz Ibrahim yang jadi pembalap sebagai rider 1 dan Agus Miswanto rider 2 dari tim YROI yang finish dengan menyelesaikan 53 Lap dengan waktu finish 12 detik dari tim di belakangnya yang dimpimpin Morimoto.

“Saya pembalap pertama. Langsung coba push dari awal. Strategi penggantian  pembalap setiap 9 lap. Sampai waktu dua jam saya yang terakhir dengan 7 lap,” papar Fariz Ibrahim yang berpasangan dengan Agus Miswanto. Agus ini baru pertama kali ikut Endurance dan turut senang dengan hadiah juara Rp 10 juta. Waw…

Giliran Direktur Yamaha dan jajarannya yang kedua. Mereka menggunakan nama tim  Yamaha Racing Indonesia yang diperkuat Minoru Morimoto sendiri, Yoshinuri Taniguchi, dan Shu Sato. Luar biasa bro, melahap 53 lap para petinggi Yamaha Indonesia dari Jepang ini.

Hasil kelas 150

“Di Jepang endurance sudah sangat popular. Bahkan di Sepang tahun ini juga sudah diadakan. Maka saya sebagai pimpinan di Yamaha Indonesia menawarkan balap ketahan ini. Ini untuk membangun ‘budaya’ endurance,” kata Minoru yang sudah 59 tahun tersebut dan akan ditulis tersendiri soal profil-nya menganai doski pernah balapan profesional zaman muda.

Minoru mengaku gatal tangannya kalau nggak ngebut di sirkuit. Tapi dia kurang persiapan dan tahun depan berjanji akan latihan serius dan berusaha juara. Trus soal hadiah kedua yang mereka dapat langsung disumbang ke yang berhak, terutama yatim piatu. Raider


Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353