nhk

Yamaha Force 115 cc Fi; Bebek Injeksi Aerodinamika Moge R Series

 

ManiakMotor – Tulisan Force sudah dinamis yang tipe hurufnya putus-putus dan ada di mana-mana sekujur bodi. Tulisannya macam bergerak, hidup. Kontur-kontur bodi diawali dari sepakbor depan seperti ditarik ke arah  belakang, ya mirip ditiup angin. Mika-mika lampu pun, mengkuti  fitur bodi yang langsing dan energik dengan pelek palang. Itulah yang disebut aerodinamika pada Yamaha Force 115 cc Fi.

Aerodinamika Bodi

Semua fitur itu bukan minor change, tetapi new entry,  benar-benar baru, gress. Di tulisan ini hanya bicara bodi dan perangkat luarnya. Kalau mesin baca ini; Test Ride Yamaha Force 115 Fi 2013; Bebek Injeksi, Tarikan Spontan Dan Kontan. Memang sekilas mirip Vega RR, tetapi bila diamati potongan Force-1 sampai generasi F1-ZR atau Fizer justru lebih kental.

Ya, memang begitu model dari semua model yang pernah ada. Selalu kembali ke mula tapi dengan teknologi masa kini. Yang masa kini itu, unsur-unsur moge dari R series ada di tampang Force yang aerodinamis atau aerodinamika, sama saja.

Perhatikan kontur bebek, eh sayap  sampai batok lampu, mirip-mirip dengan  Force-1 yang  dikembangkan ke F1-ZR. Jika pendahulunya dengan lekukan-lekukan  kaku –  tapi wah di zamannya – pada Force lebih terkonsep. Konsepnya disebut di atas tadi, seolah tertiup angin dari depan. Pakai ilmu aero yang tembus angin, bukan buang angin dan angin-anginan langsung minum tolak angin, pintar apa nggak? Disebut aerodinamika karena sudah jadi motor.

{Flash=images/IklanYamaha/yamahavixion.swf|width=500|height=160}

Menurut Eko Prabowo unsur-unsur aerodinamis pada produk Yamaha selalu dibenahi setiap ada produk baru. Produk baru muncul ada perbaikan dari pendahulunya. “Saat ini memang model aerodinamis yang dibutuhkan pasar. Dengan catatan tidak menganggu kinerja motor. Malah dibikin menambah performanya,”   jelas Eko yang GM Marketing dan Komunikasi  PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) itu.

Cerita aerodinamika ada hubungan dengan pesawat lalu terinsipirasi ke semua benda bergerak yang pasangi mesin, termasuk roda dua yang diawali dari moge. Karena Force ini Yamaha, para insinyur desainer fiturnya memasukkan unsur Yamaha R Series yang ngetop aerodinamikanya.

Moge-moge ini  sudah ditest di terowongan angin atau win tunnel. Bodinya selalu diawali yang tajam dan diakhiri bodi yang tajam juga.  Ya, seperti sifat udara yang harus ditembus dan mengalir di antara bodi dan berakhir tanpa pusaran (turbulensi). Makanya harus runcing depan dan belakang. Bila nggak runcing di belakang, motor akan goyang-goyang ditabok pusaran angin. Itu makna aerodinamika.

Ada lho di Force potongan R Series. Perhatikan  ujung depan tebeng yang satu arah dengan lampu sein, itu persis R1 dan R6, runcing kan.  Juga lampu belakang yang diakhiri bentuk pipih, ya tajam juga sampai satu alur dengan behel jok. Lebih mirip bila dilihat dari depan, sayap pendekap mesin dan rangka underboine persis  fairing R6 yang bulat telur. Eh, telur nggak pernah bulat bro, lonjong. Sayap bagian bawah juga menajam untuk menembus pusaran angin bagian bawah, ya persis R6 juga. Itu bedanya dengan generasi awal Force-1 yang 2-tak. Paham kan?

ERGONOMIK

Aerodinamika menghasilkan tampang motor enak dipandang (sporty) karena langsing, ramping, dan atletis.  Hasilnya  motor yang gesit, motor yang cekatan, motor yang lincah, motor yang agresif, motor yang energik dan motor elegan. Wah, lengkap tuh. Iya, tentu proporsional dengan sasis dan kapasitasn mesin underbone dan harga semua kalangan (low entry).  Force ini cuma Rp 13,3 juta. 

Cerita belum berakhir, karena ini motor diceritakan seperti 1001 malam, tidak akan habis. Ceritanya masih ada hubungan dengan aerodinamika. Bukan hanya aerodinamika tampang dan performa,  aerodinamika pengendara juga dipikirkan.  “Jok Force lebih panjang dari Vega, tapi bentuknya satu dinamika dengan bodi,” kata  Bayu Astyawanto, Supervisor Service Education And Technical Division YIMM. Sayang, Bayu harus buka manual book soal perbedaan itu.  Ya, ditunggu.

Posisi duduk pada Force lebih rendah dibanding Jupiter Z1. Saat dicoba test ride singkat, jok terasa lebih luas. Lekukan-lekukan jok tidak mengganggu untuk maju mundur sesuai tinggi postur pengendara. Posisi ergonomik berkendara dirancang sigap, ada hubungan dengan berat Force yang 93 kg. Posisi itu boleh dipakai jarak jauh atau dekat, sama saja.

Estetika

Estetika aerodinamika sampai kaki-kaki. Cukuplah pakai pelek palang. Itu bukan sekadar pemanis yang disebut aksesoris, “Dengan casting wheel (pelek racing), keseimbangan roda dan suspensi membuat Force stabil dalam manuver,” tambah Bayu.

Tampan rupawan juga didapat dari desain striping modern yang membuat aerodinamisnya hidup. Cerminannya bebek full technology, karena memang sudah Fuel Injection (Fi). Nama lengkapnya Yamaha Mixture Jet Fuel Injection yang disingkat YMJet-Fi. Lalu kenapa di Force ini tidak ada YM-Jet nya?Begini Mas.  YMJet itu untuk matik Yamaha sebagai pendukung pengaturan performa. Force tidak butuh itu, karena transmisinya manual. Power motor bisa diatur dari reduksi percepatan sesuai kebutuhan,” lanjut  Bayu. 

Estetika berikutnya pada panel instrumen. Walau sederhana padu (harmonis) dengan kontur-kontur bodi. Yang ditonjolkan adalah fungsional instrumennya. Misalnya  lampu kuning akan menyala ketika anak kunci diputar on. Seketika itu sensor-sensor injeksi membaca situasi, kemudian dengan cepat melapor pada Electronic Control Unit (ECU) untuk menyuruh mesin segera dihidupkan. Proses itu tidak lama, kurang lebih 3 detik. Tanda semua fungsi normal,  lampu ini akan meredup.

Indikator kecepatan, posisi gigi, bensin, lampu sein dan lampu jauh, mudah dipantau. Siang dan malam tetap nyata. Itu yang disebut standar Jepang, detil menciptakan motor andal.  

Tetapi bila, kaca spionnya model lancip seperti ditarik ke belakang juga, aerodinamika motor ini lebih manis. Ah, itu sih di toko aksesori banyak. Adib

BACA JUGA

Test Ride Yamaha Force 115 Fi 2013; Bebek Injeksi, Tarikan Spontan Dan Kontan

Yamaha Force 115 (Bebek); Benar Vega Injeksi, Harga Rp 13,3 Juta

Piaggio LXV 3V ie; Vespa Retro Yang Akan Diluncurkan Di PRJ 2013

Spesifikasi Yamaha Force 115 cc

Mesin
Tipe Mesin          : 4 Langkah, 2 Valve SOHC, Berpendingin Udara
Silinder             : Cylinder Tunggal / Mendatar
Volume Silinder      : 114 cc
Diameter x Langkah   : 50,0 × 57,9 mm
Perbandingan Kompresi: 9,3 : 1
Daya Maksimum        : 8,72 PS (6,41 kW) / 7000 rpm
Torsi Maksimum       : 9,53 Nm  (0,97kgf/m) / 5500 rpm
Sistem Starter       : Electric Starter dan Kick Starter
Sistem Pelumasan     : Basah
Kapasitas Oli Mesin : 1 Liter / Penggantian Berkala : 0,8 Liter
Sistem Bahan Bakar   : Fuel Injection System, Karburator VM17
Tipe Kopling         : Basah, Kopling sentrifugal, Multiplat
Tipe Transmisi       : 4 Kecepatan
Pola Transmisi       : N-1-2-3-4

Rangka
Tipe Rangka          : Pipa Baja Tulang Bawah / Steel Tube Underbone
Suspensi Depan       : Teleskopik
Suspensi Belakang    : Lengan ayun, Suspensi Ganda
Ukuran Ban Depan     : 70/90-17M/C 38P
Ukuran Ban Belakang : 80/90-17M/C 44P
Rem Depan            : Cakram
Rem Belakang         : Tromol

Dimensi
P x L x T            : 1.940 mm x 715 mm x 1.075 mm
Jarak Sumbu Roda     : 1.235 mm
Jarak Terendah       : 155 mm
Tinggi Tempat Duduk : 755 mm
Berat Isi            : Versi Tromol 93 kg, Versi Cakram 96 kg
Kapasitas Tangki     : 3,9 L

Kelistrikan
Sistem Pengapian     : TCI (Transistor controlled ignition)
Battery              : YTZ4V/GTZ4V (MF Battery)
Tipe Busi            : NGK / CR6HSA

 

 

BAGIKAN