nhk

Yamaha Indonesia Kembali Bikin Endurance (Ketahanan) Festival 2019, Matic Dan Bebek Diusulkan

Yamaha Endurance 2018

ManiakMotor – Tahun lalu PT Yamaha Indonesia Motor Mfg (PT YIMM) sukses menggelar balap ketahanan di Sentul Besar. Evet yang mereka sebut Yamaha Endurance Festival (YEF) tersebut kembali dibikin pada 14 – 15 September 2019 mendatang.

Itu diumumkan dalam jumpa pers di Media Room, Sentul International Circuit, Bogor pada Minggu (28/7). Acara tersebut di sela seri 2  Yamaha Sunday Race 2019 (YSR), “YIMM berhasil jadi produsen sepeda motor pertama yang bikin balap ketahanan di Indonesia. Karema tahun lalu sukses dilanjutkan tahun ini dan kami bangga menjadi bagian dari sejarah membangun budaya balap ketahanan di Indonesia. YAMAHA juga memang terkenal dengan DNA-racing-nya yang kuat,” terang Toshiaki Maeda Deputy Director CS Division PT Yamaha Indonesia Motor Mfg.

Jumpa Pers Yamaha Endurace 2019

Lantas Maeda disodori usulan memasukan matic dan bebek. Tentu saja bebek dan matic yang kapasitasnya 150 cc. Dua motor jangan dilihat dari kategorinya, namun menjadi warisan budaya roda dua di Asean dan khususnya Indonesia, “Saya sangat setuju, bebek dan matic adalah warisan sepeda motor yang sudah sangat mengakar di Indonesia. Dan itu sedang dipikirkan, mengingat komunitas dan penggemarnya juga banyak,” tambah Maeda.

Berbeda dengan  M Abidin selaku General Manager After Sales & Motor Sports PT.YIMM. Dia kurang sependapat bila matik dan bebek dimasukan dalam lomba ketahanan, “Dua kategori tersebut sudah ada porsinya. Untuk bebek sudah dilombakan di YCR (Yamaha Cup Race). Sedang matik seperti NMax dan Aerox yang ada dalam golongan Yamaha MAXI, juga salah satu tipenya yakni Aerox sudah ada di YCR. Trik berpromosi yang lain untuk MAXI digiring ke penampilan seperti lomba modifimasi. Untuk balap di sirkuit besar adalah produk Yamaha yang turunannya R Series. Misalnya R15, R25 atau R1 sekalian,” timpal Abidin memberi argumen.

Ketahanan Yamaha di tahun kedua penyelenggaraan turut dibarengi penambahan durasi jam balap. Jika tahun lalu durasi balap hanya diangka 1 sampai dengan 1 ½ jam, kini bertambah menjadi 2 jam. Itu berlaku untuk semua kelas yang dibuka. Adapaun kelasnya  adalah Profesional & Community 250 cc yang menggunakan YZF-R25 serta kelas Community 155 yang memakai YZF-R15.

Menariknya, dikelas Community 155, Yamaha Indonesia turut membuka untuk kategori rider awak media nasional yang ingin merasakan sensasi balap ketahanan pertama di Indonesia. Mengenai komposisi tim balapnya sendiri, 1 tim akan terdiri dari 2 sampai dengan 3 rider yang akan menggunakan 1 motor untuk membalap selama 2 jam dengan bantuan 2 mekanik.

Sementara itu, untuk prosedur start masih tetap mempertahankan gaya Le Mans yang unik, dimana rider harus berlari terlebih dahulu menuju motor yang terparkir rapih disebrang lintasan sirkuit untuk mengawalai jalannya balapan. Raider

BACA JUGA

Hasil Seri 2 Yamaha Sunday Race, Sentul, Bogor, Jabar 27 – 28 Juli 2019

YSR 2019 Sentul: Seri 2 Jumlah Starter Naik, Komunitas Bahagia, Teknologi VVA Tantangan Prof

Seri 2 YSR Sentul 2019: Komentar Hawadis, Bima Dan GDT Terhadap VVA All New R15, Bisa Sangat Sangar

Seri 2 YSR Sntul 2019: Kualifikasi Sport 250 Prof Milik R25 Rey Ratukore, Pakai Fairing Seksi

BAGIKAN