nhk

Yamaha M1 Rossi ‘Gagal’ Di MotoGP Misano 2018, Kusut Ke Mesin Sejajar (Inline) Vs V4

ManiakMotor – Bisa ya dan  tidak! Itu menurut Valentino Rossi loh. Ceritanya dari kembali gagalnya Yamaha di GP Misano. Rossi sampai bingung berkurangnya grip selalu dipengaruhi suhu. Naik sedikit suhu lintasan, ban pada roda M1 menjadi licin dan herannya tak menjangkiti merek lain. Belakangan banyak yang disalahkan pada M1 yang sudah setahun lebih nggak juara. Termasuk ban Dunlop yang digunakan Moto3 dan Moto2 ditenggarai jadi licinnya M1 di Misano, coba baca ini.

Duga-duga pun makin kencang pada konfigurasi mesin. Ducati dan Honda memang memakai mesin V4 yang terbagi dua silinder masing-masing tungkai ‘V’-nya. Sedang Yamaha empat silinder in-line atau sejajar, melintang dari kiri ke kanan, “Ada juga pada masalah mesin, tapi selanjutnya saya nggak tahu,” sebut Rossi dari kegagalan makin dalam di sirkuit dekat rumahnya hanya ke-7.

Konstruksi mesin memang ngaruh pada distribusi bobot, aerodinamika dan karakter tenaganya! Para pengguna mesin V4, motornya lebih ramping yang boleh lebih lincah. Sedang yang segaris lebih lebar yang ‘diam’ di tikungan-tikungan panjang yang cepat seperti kelebihan M1. Sedang mesin V4 dikenal jeritan rpm lebih tinggi. Mesin in-line dikenal lembut tapi berotot.

Bisa saja, pengaruh distribusi bobot dari mesin setelah menggunakan Michelin persoalan muncul.  Maksudnya, distribusi bobot itu membuat grip M1 kadang oke dan kadang ancur minaa. Seperti dirasakan Rossi di Misano yang di sesi sebelumnya menjanjikan, tapi saat lomba langsung berkurang grip. Bahkan dari data lap ke lap, M1 Rossi dan Vinales lebih lambat 1 detik dari lawan di depan ketika lomba.

Diperkuat omongan Maverick Vinales, rekan setim Rossi yang ke-5 di Misano. Menurut Vinales, bila grip bagus, M1 masih motor yang memiliki sasis paling kompetitif. Tapi, ketemu aspal licin, elektronik juga nggak bisa menolong, “Apakah Yamaha harus mengganti mesin jadi V4. Ah saya bukan mekanik. Setahu saya, saat motor memiliki grip yang bagus, itulah motor juara,” timpal Vinales yang mengaku saat lomba di Misano kesulitan membawa M1-nya lebih cepat dan akurat.

Asal tahu, sebelum Gigi Dall’Igna dan bahkan sudah 2 tahun menangani Ducati, dia dianjurkan mengganti konstruksi mesin Ducati. Ducati itu memang mesinnya V, tapi nggak V bangat. Dua silinder mesin Ducati justru mirip bebek menjulur ke depan. Dua lainnya tegak yang malah keseluruhan bentuk mesin Ducati seperti L’. Saat itu, Gigi dianjurkan membuat benar-benar ‘V’ agar understeering akut Ducati bisa sembuh. Tapi, denan konstruksinya tetap sama, kok malah kencang sekarang.

Ya, tergantung para insinyurnya. MM

 

BAGIKAN