nhk

Yamaha Riding Academy Okayama International Circuit Jepang, Perdalam Ilmu Manajemen Ban

ManiakMotor – Kembali. Kalau sebut kembali berarti sudah berulang-ulang pembalap Yamaha Indonesia (YI) dikirim ke Jepang. Programnya masih lanjutan Yamaha Riding Academy (YRA). Ada sembilan rider YI berlatih di Okayama International Circuit, Jepang selama dua hari.

 Sembilan rider yang dikirim yaitu Imanuel Pratna, Sudarmono, Sigit PD, Fitriansyah Kete, Tamy Pratama, Yoga Adi Pratama, dan M.Zaki. Sedang dua lainnya wajah baru yang benar-benar baru mengikuti program ini. Keduanya tunas muda yang punya potensi besar di balap motor Indonesia masa datang, yakni R.Fadhil dan Ricky Ananda.

Datang ke Okoyama tentu bukan jalan-jalan. Tetapi diajari pengetahuan soal ban pada sirkuit yang panjangnya 3.703 km dan memiliki 13 tikungan tersebut. “Di Okayama khususnya mereka belajar feeling ketika kompon ban mulai aus. Ttknik-teknik dasar balap sirkuit pun tetap diberikan. Cuaca yang cerah dan suhu dingin tidak menghalangi mereka latihan, malah jadi terbiasa,” jelas Supriyanto, Manager Motorsport YI.

Perlakuan pada motor ketika baru start dengan kompon ban masih tebal, berbeda cara bawa saat ban mengalami degradasi. Istilah katanya memanajemen kompon ban dalam lomba yang jumlah lapnya banyak. Misalnya mempertahankan ritme power sepanjang balapan, sehingga kompon ban akan awet. Saat aus pun ada caranya. Ya caranya itu diajari tanpa harus mengkorting time yang banyak setiap lapnya dan tetap aman alias nggak jatuh.

Jangan di awal-awal lap kebut-kebutan lalu di akhir-akhir lap pelan dan bahkan jatuh akibat ausnya ban. Harusnya kan konstan, hehe. Eh, malah kamu yang ngajarin. Iya, itu kata instrukturnya, maka time para rider di Okoyama jadinya meningkat. Di hari pertama 1:39.00 sampai 1:40.00, hari kedua Sigit PD dan Sudarmono mendekati rekor sirkuit untuk supersport  600 cc, Sigit 1:36.8  dan Momon 1:36.4.

Semoga saja para pembalap dapat elmu yang sebenarnya paling sulit di balap motor sekelas 600 cc. “Ilmu ini akan terus dipelajari saat lomba benaran. Karena di situ emosi yang paling banyak bekerja dan akibatnya pada ketahanan ban. Paling dekat bisa digunakan di Suzuka 4 Hours, saya beruntung bisa kembali ke Okoyama untuk latihan dengan instruktur YRA,” ujar Sigit yang di Indonesia memperkuat Yamaha Yonk Jaya NHK FDR.

Selanjutnya, tahun depan Yamaha akan menerapkan YRA Silver 250 cc dengan motor R25. YRA Gold Supersport 600 cc pun tetap ada. Seleksi lebih ketat buat peserta yang bisa ikut YRA tahun depan. Meliputi skill, attitude, komunikasi dan mental. Untuk YRA Silver 250 cc rider diambil dari yang berkompetisi di Motoprix, Indoprix dan Supersport. MM

BAGIKAN