nhk

Yamaha Riding Academy (YRA) 2015: Syarat Muda Berprestasi, Geber YZF-R15 dan YZF-R25

 

ManiakMotor – SENTUL- Kesempatan anak-anak muda berbakat Indonesia di Yamaha Riding Academy (YRA).  Istrukturnya ahli-ahli balap dari Jepang yang mengerti mengantar bakat ke jenjang dunia. Ya macam balap kelas sport yang kembali dibuka Yamaha Racing Indonesia di YRA. Dari notabene pembalap Jupiter Z1 dengan skillnya di atas rata-rata, saat ini naik sport 150 cc dan 250 cc.

YRA kembali digelar bagi pebalap-pebalap muda pada 11 dan 12 Agustus di Sentul International Circuit. Tentu saja di YRA pakai Yamaha R15 dan R25. Dua kelas sport sedang digiatkan oleh Yamaha dari sebelumnya, sekarang dan seterusnya.

 Balap dari ATPM adalah promosi dan pasar sport memang bagus ditambah balapan sebenarnya ada di situ. ”Pembalap Indonesia punya skill yang bagus dan keberanian. Terbukti 3 rider kebanggaan Indonesia Imanuel Pratna, Sigit PD dan Rey Ratukore pernah naik podium Suzuka 4 Hours tahun lalu,” ujar Yoshiaki Kato, instruktur YRA di Sentul.

Elmu yang diserap ini nantinya bisa digunakan lebih banyak  di ajang balap R Series Yamaha, yang salah satu tujuannya mengakomodir bakat-bakat muda yang akan berlaga di ajang balap motor dunia. Kriteria rider yang dipilih untuk mengikuti training ini yaitu berprestasi di regionalnya masing –masing, berbakat dan masih muda untuk kelas pemula. Sedangkan untuk kelas 250 cc mereka yang turun di kejuaran Asia, Kejurnas dan R-Cup.

Materi training tidak hanya skill balap tetapi pebalap diajak untuk melakukan development motor dan diwajibkan menjaga tata krama saat training. Dengan berlatih di YRA diharapkan para pebalap dapat memepertajam skill dan pemahaman mengenai aturan di balap internasional.

YRA tahun ini mengundang rider dari seluruh Indonesia mulai dari Sumatra, Jawa, Bali sampai Sulawesi. Rider tersebut disaring dari Kejuaran Motoprix di region masin-masing atau pebalap yang ikut di kejuaran Asia, Kejurnas dan R-Cup, tapi yang jelas pebalap tersebut harus muda dan berprestasi. “Edukasi YRA ini diharapkan mempertajam riding skill dan technical skill. Persentasi training riding skill lebih banyak diajarkan di sirkuit internasioanl. Kato-san dan Fujiwara-san yang mejadi instrukturnya,” ujar Supriyanto, Manager Motor Sport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM). 

Sekilas Profil Instruktur

Yoshiaki Kato. Pria murah senyum kelahiran 28 Agustus 1965 ini memulai karir balapnya pada tahun 1992 dengan menjadi wild card di salah satu seri MotoGP. Kelas yang diikutinya adalah GP250 yang menggunkan mesin 2 tak. Pada tahun berikutnya, Kato-san mengikuti All Japan Championship dan berhasil merebut gelar juara umum. Dan pada tahun 1994 – 1998 berkesempatan mengikuti World Grand Prix mengunakan Yamaha 125cc. Di era 1994 – 1998 dirinya sempat merasakan persaingan dengan pebalap top papan atas seperti Valentino Rossi, Marco Melandri, Garry McCoy di kelas 125 cc. 

Norihiko Fujiwara. Pria kelahiran 8 Oktober 1966 ini adalah rider GP500 pada era mesin 2 tak, sempat turun di ajang World Super Bike di tahun 1994 – 1997. Tidak sampai di situ, Fujiwara-san pada tahun 2010 sempat menjadi rider tester untuk motor M1 Yamaha Factory Racing dan saat ini menjadi rider tester untuk development motor di Yamaha Motor Company Jepang. MM

BACA JUGA

YCR 2015 Tasikmalaya: Persiapan Jupiter Z1 Menghadapi Kejurnas Dari Pembalap Prof

Yamaha Cup Race (YCR) 2015 Tasikmalaya Seri 4: Z1 Lagi Di YCR1, Adhila Bikin Kejutan!

Yamaha Cup Race (YCR) 2015 Tasikmalaya (Seri 4); Terbukti Injeksi Di Pemula, Z1 22,5 Dk!

BAGIKAN