nhk

Yamaha Riding Academy (YRA), Step 3 Fokus Settingan Sproket dan Kinerja Ban

 

ManiakMotor – YRA (Yamaha Riding Academy) masuk step 3 yang berlangsung di Sentul International Circuit, Bogor, Jawa Barat, pada 28-29 Agustus 2014. Diikuti 9 pembalap di antaranya Tamy Pratama (SND), Fitriansyah Kete (TJM), Sudarmono (DS Moto), Imanuel Pratna (Indoprom), R Fadhil (Bkms), M Zaky (Ridlatama), Sigit PD (Yonk Jaya), Yoga Adi Pratama (RPM) dan Ricky Ananda (HRVRT).

 

Step dua lalu yang diajarkan manajemen stamina. Sekarang settingan gir dan manajemen ban pada Yamaha R6. Pembalap diberi edukasi soal memilih perbadingan sproket berat dan ringan. “Step ketiga ini feeling pembalap terhadap motor yang dipengaruhi perbandingan gir. Miisalnya bila berat karena apa, jadi pebalap tidak asal memberi masukan pada mekanik,” ucap Suprianto, Manager Motor Sport YI.

Soal hitung-itungan sproket rupanya Imanuel sudah paham. Ia mencontohkan ketika perbandingannya dibikin ringan atau 16-46. Katanya motor malah jadi  liar, apalagi masih pakai ban bekas. Tapi saat dikurangi satu mata sproket belakang 45 dan depan tetap 16, motor malahan lebih lembut. Makin lembut lagi saat ganti ban baru. Ya iyalah, ngegrip kan.

Timenya pun ikut meningkat. Saat latihan pertama timenya 1:33.766 dipersingkat jadi 1;31.828. Waw kencang tuh. Sebagai perbandingan saja, saat QTT di IRS Sentul minggu lalu di kelas supersports 600 yang digunakan untuk YRA saat ini, catatan segitu sudah tercepat atau pole position di tempat yang sama atau di Sentul Besar.

Pelatih sesungguhnya yang didatangkan langsung dari Jepang, namanya Yoshiaki Kato. “Pemilihan sproket pengaruhnya sangat besar pada situasi menikung. Yang ditegaskan di sini kesegaran ban dan sproket sangat berkaitan. Karena itu, ban harus dimanajemen dengan baik. Kalau perlu penggantian ban tanpa banyak merubah settingan sproket,” ucap Kato.

Siplah. Ghalib

BACA JUGA

Yamaha Riding Academy (YRA) Sentul 2014; Manajemen Stamina Saat Balap

 

BAGIKAN