nhk

Yamaha Sunday Race 2017 Sentul: Gilaa, Rey Pecah Rekor 1 menit 42 detik (R25), Richard Makin Spesial!

Rey Ratukore, Penyisihan YSR, Sentul
Rey, Galang, dan El

ManiakMotor –  Baru babak kualifikasi sudah mencuatkan satu gebrakan. Itulah kelebihan dari event  Yamaha Sunday Race (YSR) yang pada seri 2 di sirkuit Sentul, Bogor, Jabar. Kemarin (15/7), Rey Ratukore dari tim Yamaha Yamalube WR Super Battery TDR Gandasari Laturama RRs cetak rekor di kelas sport 250 dengan waktu 1:42.959. Maklum pengantin baru masih kenceng betotan gasnya. He…he

“Setting beberapa hari sebelumnya udah tembus 1:43 kecil dengan jalan sendiri. Progress yang signifikan dibanding seri sebelumnya. Jadi, untuk dapat 1 menit 42 detik, tinggal fokus pada racing line dan strategi ambil angin,”buka Rey.

Richard in action

Keberhasilan Rey juga diikuti dua team matenya Galang Hendra Pratama dan Imanuel Putra Pratna. Ketiga pembalap ini memacu YZFR25 korekan Leon ‘Racetech’ Candra. Galang dan El-sapaan akrab Imanuel Putra Pratna menempati posisi kedua dan ketiga dengan best time 1 menit 43-an detik.

Apa yang menjadi riset terbaru dari R25 Leon kali ini? Kata Leon, hanya setting kruk as dan treatment rasio, itu bikin akselerasi jadi lebih cepat. Hitungan rasio masih standar, tapi ada treatmen pada material rasio.  “Hasil dyno untuk R25 Rey masih dikisaran 43,2 HP, tapi peka powernya lebih cepat dan grafik lebih bulat,” ujar engineer jebolan Ostrali itu.

Leon juga mengandalkan peranti Quick shifter yang lagi trend di YSR, sehingga bisa memangkas 0,3 deetik. “RPM nggak drop saat oper gigi dengan system pemutus arus,”jelas Leon yang andalkan ECU aRacer. Beberapa tim lain mulai mengaplikasi quickshifter piranti ini. ”Kendalanya mesti mapping ulang lagi dan belum ketemu yang pas,”komentar salah satu mekanik yang ikut mengaplikasi. Nah lo!

Pada kualifikasi R15 Pro ada hal yang tak kalah menarik. Richard Taroreh (Yamaha Yamalube Jasti Putra NHK FDR 549 Kaboci) berhasil meraih pole potition dengan best time  1:49.760 detik. Richard dengan YZF R15 korekan Achos Lalang memang ‘jagoan’ di spek ini. “Mulai seri ini dilengkapi dengan Qstarz. Komponen itu semacam 2D untuk menganalisa riding style dan membacanya tiap sektor, terutama speed dan catatan waktu. Ada dua lampu indikator, kalo merah tanda speed dan time jelek,”bilang Achos yang di sebelumnya justru keukeh ‘anti’ pada teknologi ini. Wkwkw

Teknologi yang lebih akurat dan terukur jelas lebih unggul dengan feeling. “Ini hasil evaluasi dari sebelumnya. Ada data untuk membaca kelemahan pada setiap sektor. Hasilnya, kesalahan-kesalahan itu bisa dieliminasi,”komentar Richard yang makin spesial di kelas ini. Mantap! Ardel

BACA JUGA

http://maniakmotor.com/hasil-kualifikasi-qtt-yamaha-sunday-race-seri-2-sentul-157/