nhk

Yamaha Sunday Race 2017 (Seri 4) : Leon Candra, Sukses Di Ilmu Kilik Motor, Siap Beri Edukasi

YSR4, Sentul, Road Race

ManiakMotor – Ada sosok yang menonjol dari pinggir trek Sentul pada event Yamaha Sunday Race (YSR) seri 4 di sirkuit Sentul, Bogor, 4-5 November 2017. Munculnya mekanik muda potensial Leon Candra, punggawa Racetech Performance yang melejit prestasi karyanya IRS (Indospeed Race Series) dan YSR.

Leon Candra

Yamaha YZFR25 pacuan Rey Ratukore merupakan sentuhan tangan dinginnya. “Ini tahun pertamanya full pegang sport 150 cc dan 250 cc. Progressnya pun signifikan berbekal pengalaman tuning mesin mobil. Ketelitian pada setiap tahap dan kerapian pengerjaan dengan dukungan keilmuan yang dimiliki,” komentar Robert Cong, mekanik senior yang kerap tertangkap berdiskusi sama Leon.

Hadirnya Leon Candra dipentas balap nasional, khususnya YSR memberi edukasi pada mekanik yang lain. Itu diakui oleh Achos Lalang, mekanik yang naik daun di spek 150 cc dan belakangan mulai bertaji di 250 cc.

YZFR15 korekan Achos mendominasi melalui penampilan Richard Taroreh. “Saya banyak belajar dari Koh Leon, utamnya detailing setiap proses. Apalagi di 250 cc yang sebelumnya kerap problem, ternyata memang butuh lebih detail terlebih mesin bawah,” ungkap Achos.

Leon yang jebolan kampus teknik Australia menceritakan, setiap proses harus terdata, apalagi habis race. Pengalaman membuktikan, habis race setelah di dyno ulang hasilnya beda. Paling utama lagi, dalam pengerjaannya tidak boleh jorok, karena pada bagian-bagain tertentu ‘sensitif’.

Ambil contoh, katanya metal jalan dengan clereance 0,029 mm kalo sampai ada pelapis seperti debu, hasil ukur jadi beda. Pola edukasi antar mekanik macam itu memang jadi bagian dari misi YSR. “Terpenting, adanya komunikasi dan saling mengedukasi dalam tahapan riset. Makanya, regulasi YSR tahun ini menyesuaikan IRS sebagai tahapan pembelajaran,” ujar Wahyu Rusmayadi, manager YRI (Yamaha Racing Indonesia).

Sstt..dalam waktu dekat, Koh Leon siap mengedukasi dengan alat combution pressure analyzer. Alat ini, bilang Leon mampu menganalias daya ledak dalam tahap pembakaran. Hasil pembacaan alatnya bisa jadi bahan evaluasi dari tahap riset yang ditempuh. Alat yang kita punya masih dengan satu sensor, tapi paling tidak mampu membaca bila daya ledaknya belum memuhi spesikasi. Ambil contoh di R25 minimal di 17 ribuan Psi. ASlat tersebut dibanderol kisaran Rp. 150 juta-an. Silakan! Ardel 

BAGIKAN