nhk

Yamaha Sunday Race R-Cup Series 2015; Perang Laptop Untuk Data ECU Dan Piggy Back!

 

 

ManiakMotor – Laptop yang bukan laptop Si Unyil jadi piranti wajib di Yamaha Sunday Race R-Cup Series (YSRRCS) 2015. Pastilah, event yang dihajat di Sentul International Circuit (SIC) atau Sentul Besar itu adu teknologi injeksi pada R6, R25 dan R15. “Inilah yang disebut perubahan zaman di balap motor Indonesia. Teknologi semua mulai digital,” kata Tommy Huang dari Bintang Racing Team atau BRT yang ikut menspor R-Cup Series sekalian perangkat pengapian BRT.

Injeksi yang canggih jelas beda dengan karbu, setup injeksi butuh lapotop yang telah mendownload  program mengakses data di kotak ECU (Electronic Control Unit). Pemandangan mekanik dengan laptop jadi nuansa yang beda dalam balap pertama di Indonesia yang mengadu motor sport era milenium.  

“Jangankan cerita ECU. Pakai piggy back saja butuh program data untuk menganalisa kinerjanya. Apakah sudah tepat sesuai bukaan throttle pembalap,” tutur  Bramhmantio P ahli elektronik dari Yamaha Yamaha Sportisi. Bram sekalian memberi pencerahan pada Eddy Saputra dari Yamaha DS Moto soal program tersebut di lap top.

Memang ada yang sudah tampak ahli macam Bram itu. Tapi ada juga yang masih gagap seperti Agus Gaga si pelawak. Itu diakui oleh Ferry, kliker Optimax Racing Team. “Injeksi dan sport bukan hal baru, tapi mungkin dibanding yang lain memang harus kerja lebih keras,”kata Ferry yang pembalapnya Doohan Akbaruzaman berada di posisi buncit QTT R 15 kemarin.

Seperti yang diceritakan Novel Faisal yang mendungkung pasukan Yamaha Trijaya. Katanya kotak ECU sebenarnya komputer. Di sana ada kapasitas RAM, memori dan sebagainya. Juga kalau dihidupkan lama harus direfresh “Data-data yang tersimpan di situ juga hanya bisa diakses dari dari lap top, karena lap top punya keybord  dan monitor. Pada ECU keduanya tidak ada,” jelas Novel yang di Trijaya mengandalkan  CDI Rextor RS1 buatan Indonesia.  

Kecermatan dan ketelitian mekanik dalam setup program bisa jadi penentu podium. Makin mantap bila si pembalap punya feeling dengan yang terekam terhadap di data logger. “Semua data macam rpm, temperatur, AFR  dan sebagainya terekam. Ada perubahan signifikan, itu tanda bahaya,” ungkap Waskito Ngubaini alias Merit, kliker Yamaha RPM yang diangguki Hariz ‘Mlethiz’ Shakti Prabowo dari Yamaha Tri Jaya seraya menyebut base map adalah bagian penting dalam setingan.  

Mlethiz juga menambahkan base map adalah grafik pengapian dan grafik suplai bahan bakar agar didapat Air to Fuel Ratio alias AFR tepat sesuai kondisi mesin.  Memang, bikin base map ini enggak mudah, pengukurannya juga ratusan kali di dyno.  Pastinya, base map masing-masing spek korekan berbeda.

Disisi lain, si Huang dari BRT tadi menilai bahwa bicara teknologi injeksi, si mekanik harus punya dan mutalak basic bikin motor kencang (karburator). Katanya, tak hanya kemampuan ‘membaca’  base map tapi juga timing injector. “Kalo punya basic, training 1-2 hari dijamin sudah bisa. Intinya mesin dulu kencang, baru elektroniknya mendukung,” tutup Huang seraya menyebut  event semacam ini  bikin melek mekanik dengan teknologi.

Itu juga salah satu tujuan YSRRCS.  So, mari kita tunggu ‘otak’ siapa yang lebih canggih di seri perdana ini? Ardel

BACA JUGA

Hasil Yamaha Sunday Race R-Cup Series Sentul, Bogor, Jabar 28 – 29 Maret 2015

R-Cup Series Sentul 2015: Kualifikasi R15 Rey Ratukore Sangat Kencang

R-Cup Series Sentul 2015: Kualifikasi R25 Yang Rapat

Yamaha R-Cup Series Sentul 2015: 400 Starter, Komunittas R25 Membludak

Yamaha Sunday Race R-Cup Series 2015 Sentul: Adu Pintar Mekanik Bermain Elektronik!

BAGIKAN