nhk

Yamaha Sunday Race R-Cup Series 2015 Seri 2 Sentul: R25 Dikunci ‘Anti Teori’ Hendriansyah!

 

ManiakMotor – Kalah setengah bodi adu cepat trek lurus dengan Febrianus Balank (R9 Racing Factory) di race YZF-R15, jadi  motivasi   buat Hendryansyah. Seperti cerita sebelumnya, bahwa pembalap Jogja dari Yamaha Nissin BRT HRP KYT FDR Racing Team itu ikut dua kelas sekaligus. Yakni YZF-R15 dan YZF-R25 (pro rider) di seri 2 Yamaha Sunday Race R-Cup Series pada Ahad 14 Juni 2015 di Sentul Besar, Bogor, Jabar.

YZF R15 rider 34 tahun itu harus puas di finish ke-3. Makanya, penobatan podium bagi jawara YZF-R15 harus ditunda. Itu lantaran saat sama si dewa road race – julukan untuk Hendriansyah – harus kembali bertarung dengan 33 pembalap lain di race yang paling ditunggu R25. Cerita bore-up hingga 280 cc memang jadi bumbu pertarungan kelas ini sejak awal tulisan.

Bagaimana kepiawaian mekanik menguji daya tahan mesin dengan menu wajib kapasitas telah ditambah. Apalagi R-Cup baru seri kedua alias risetnya belum panjang. “Soal daya tahan mesin,  selain setingan juga tergantung dari tangan pembalap memelintir gas,” kata Hendriansyah yang memang joki berpengalaman.

Coba pantau lagi, http://maniakmotor.com/index.php/roadraces/one-race-make-yamaha/9188-yamaha-sunday-race-r-cup-series-2015-seri-2-sentul-r25-yang-280-cc-vs-overheat-riset. So, managemen temperatur mesin memang jadi kuncian di seri 2. Soal ini, performa piranti sistem pendinginan seperti radiator dan oil cooler kunciannya, begitu teorinya.

Makin menarik, 3 podium justru dikuasai oleh R25 ‘anti teori’ itu. Mereka dalah Hendriansyah, Irwan Adriansyah (Yamaha Nissin BRT HRP KYT FDR Racing Team) dan Galang Hendra Prtama (Yamaha Tunggal Jaya). Kali ini Hendriansyah mampu menunjukan dominasinya sebagai pembalap berpengalaman, “Kali ini memang tanpa pakai oil cooler. Sebagai mainan baru, memang harus ada eksperimen lebih lanjut.  Di 12 lap masih aman,” ujar Hendry yang diangguki oleh Irwan, duo kakak-adik di tim yang sama.

Bicara oil cooler, Hawadis, mekanik Yamaha Tunggal Jaya yang mengilik R25 Galang Hendra Pratama paling antusias. Apalagi, Galang yang makin populer itu pakai spek beda. “QTT kemarin masih bawa 250 cc. Raceday spek 280 cc. Hasilnya signifikan, Alhamdulillah bisa podium ketiga,” ujar Galang yang akui sempat ada gejala overheat di pertengahan race.

“Masing-masing mekanik punya pilihan masing-masing. Memang sempat pakai oil cooler, tapi malah riskan bocor. Kalo bocor, tetesannya bisa membahayakan pembalap lain. Faktanya, di balap Asia kemarin dengan cc lebih besar ada juga yang nggak pakai,” terang Hawadis mekanik dengan ‘segudang’ order itu.

Katanya lagi, paling penting menjaga suhu lewat perbandingan kompresi yang pas (12,2:1). “Dimensi radiator diperbesar, kapasitas air radiator bertambahi dari 0,6 liter jadi 1 liter. Dalam hitungan saya, itu sudah cukup dengan temperatur di 80-90° yang dihasilkan ledakan ruang bakar,” yakin Hawadis yang asli Madura itu. Ardel      

BACA JUGA

Hasil Seri 2 Yamaha Sunday Race R Cup Series, Sentul, 13 – 14 Juni 2015

Yamaha Sunday Race R-Cup Series 2015 Seri 2 Sentul: R15 Milik Balank R9 dan ‘OMR’ Uma Racing!

Yamaha Sunday Race R-Cup Series 2015 Seri 2 Sentul: R25 Yang 280 cc Vs Overheat = Riset!

Yamaha Sunday Race R Cup 2015 Sentul: Kualifikasi R25 Adu 280 cc, Sulung Tercepat!

Sunday Race With R Cup Seri 2 Sentul 2015: Manjakan Pecinta Balap Dan Komunitas

BAGIKAN