nhk

Yamaha Sunday Race (YSR) 2015 Final sentul; Jadi Acuan Untuk Tahun Depan!

 

 

 

ManiakMotor  – Wah naik lagi tuh peserta menjadi 278 starter di Final Yamaha Sunday Race (YSR) di Sentul International Circuit (SIC), Bogor, Jabar (14-15/11). Berarti itu seri penutup yang manis alias happy ending!  Fakta balap sport Yamaha R Series yang memadukan professional dan komunitas ini memang diminati.

Dari grafik jumlah starter tiap serinya meningkat. Seri pertama hanya 147 starter, seri 2 ada 180 starter, seri 3 terkumpul 243 starter, dan seri 4 atau final 278 starter. “Penyumbang terbesar dari komunitas, utamanya di kelas R25 komunitas A dan B. Antusias ini jadi tolok ukur untuk tahun depan,” jelas Supriyanto, Manager Motosport PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

Dyonisius Beti, Excecutive Vice President PT YIMM telah mendukung hal tersebut untuk kembali hadir tahun depan. Manfaat promosinya bisa menunjang pasar, “Meski biaya penyelenggaraan relatif  mahal, tapi kita apresiasi rekan-rekan komunitas yang ikut balapan. Peserta profesional juga jenjangnya lengkap, saya lihat usia dini di bawah 15 tahun juga ikut main sport,” ujar Beti yang hadir menyaksikan babak final YSR.

YSR mengangkat brand image DNA motor sport. Sport memang jadi basis yang kuat buat balap motor,  “Efek postif pula pada penjualan. Makanya, tahun depan diprediksi lebih ramai lagi. Penyelenggara akan  punya  strategi untuk kembali ajak komunitas merasakan sensasi balap di Sentul Besar,” timpal  M. Abdin, GM After Sales & Motorsport  PT YIMM.

Tolak ukur utamanya adalah menyoal regulasi. Untuk tahun perdana ini, regulasi masih meraba-raba. Kategori pro rider misalnya, point pentingnya membuat persaingan tetap kompetitif dan berimbang. Divisi sport PT YIMM juga mampu memberi tantangan pada teknisi dan mereka yang menggeliat di bisnis after market.

YSR juga membuka mata dan telinga soal elektronik injeksinya. Event ini total melombakan injeksi, teknologi yang dijual di pasar umum sekarang. “Beberapa point regulasi mungkin ada revisi. Arahnya adalah pengembangan teknologi oleh mekanik dan memang tidak mengacu pada regulasi macam di Asia (ARRC),” tambah Supriyanto.

Sayangnya poin-point yang dimaksud belum bisa dirinci, sekedar menagaskan untuk batasan kapasitas silinder masih tetap yakni 180 cc untuk R15 dan 280 cc pada R25.  “Seri 3 sempat didiskualifikasi, lantaran ukurun throttle body kelebihan 0,3 mm. Tak terlalu ngaruh ke power, tapi karena regulasi? Itu pengalaman, padahal TB-nya nggak diapa-apain, angka yang tertera 34 mm. Eh..pas diukur jadi 34,3 mm,” ungkap Haris Shakti Wibowo alias Mlethis, kliker Yamaha Tri Jaya.

Khusus komunitas, caatatan waktu mereka jadi tolak ukur pengembangan tahun depan. Apakah masuk komunitas A, B atau ekshibisi. Untuk aturan wajib wearpack, tahun ini sudah bisa diikuti.  “Komunitas ini berangkat dari hobi. Awalnya, sebagian besar masih dengan spek standart. Adu skill terasa, tapi makin ke sini, mulai adu duit. Ambil contoh soal ban, antara yang masih standart dengan tipe lain bisa selisih 2 detik,” kata Petrus Hendry Bachri yang podium pertama di kelas R25 Komunitas B (eksibisi).

So, semua tadi jadi acuan untuk tahun depan. Semoga! Oh ya, terkait rencana renovasi sirkuit Sentul, “Beberapa seri sebelum direnovasi tetap di Sentul, alternatif lain main di sirkuit seperti Sidrap (Sulsel), Binuang  (Kalsel), atau Sekayu (Sumsel). Asalakan bisa mengakomodir  untuk main 250 cc,” tutup Supriyanto.

Ditunggu. Ardel

BACA JUGA

Hasil Final Yamaha Sunday Race (R-Cup Series) Sentul, Bogor, Jabar 14 – 15 November 2015

Hasil Final Yamaha Cup Race (YCR) Sentul, Jabar 11 – 13 November 2015

Yamaha Sunday Race 2015 Final Sentul: Pancing Bengkel Biang Ramainya Balap

Yamaha Sunday Race (YSR) 2015 Final Sentul; R25 (Pro Rider); ECU Aracer Vs Piggy Back, Eh Juaranya R9

Yamaha Sunday Race (YSR) 2015 Final Sentul; R15 Pro Rider, Juaranya Dibawa Silinder UMA 180 cc

 

BAGIKAN