nhk

Yamaha Sunday Race (YSR) 2015 Final Sentul; R25 (Pro Rider); ECU Aracer Vs Piggy Back, Eh Juaranya R9

 

ManiakMotor – Hanya 10 lap, tapi puas nontonya. Kekuatan motor rata  pada 10 besar di kelas Yamaha YZF R25 Pro Rider. Setiap lap bergantian yang memimpin dengan bentuk lomba macam gerbong kereta. Kandidat juara umum pun selalu di rombongan depan. Mereka adalah Delu Agung, Irwan Ardiansyah, Hendriansyah dan Reza Denica. Keempatnya mengandalkan elektronik pegang masing-masing pada injeksi R25.

“Motor sih ngelawan. Nasib berlum berpihak. Target Delu memang harus melampui Irwan dan Hendry untuk jadi juara umum. Lap terakhir sudah di depan, tapi kalah di S besar,” jelas Angga Kurniawan dari AR1 NHK tempat Delu membalap. AR1 ata Anjani Racing itu, R25-nya pakai  PB Power Commander V keluaran Dynojet asal Amrik untuk menyuntik ECU std R25.

Irwan pemain dari zaman ke zaman balap motor yang membela  Yamaha Nissin KYT FDR Ardians Racing Team tak terbendung. Irwan tak hanya podium pertama di Final Yamaha Sunday Race (YSR) di Sentul Besar, 15 November 2015 itu, ia juga dapat  satu unit Yamaha YZF R25 sebagai juara umum di kelas yang paling favorit itu. Mantan juara nasional motocross tujuh kali konsisten mendulang point dari 4 seri. “Mekanikal motor harus tahan yang dipandu mapping ECU,” sebut Irwan.

R25 Irwan ini punya torsi 30,4 Nm pada 10.500 rpm. Itu setelah mesin dikorek-korek dan silindernya dibengkak sampai 280 cc lewat piston FCN 63,5 mm. ECU-nya masih standar tapi sudah ‘dikacaukan’ oleh piggy back yang sama dengan produk AR1. “Piggy back masih lebih presisi, bisa diatur air flow ratio (AFR)-nya setiap tingkat rpm atau bukaan gasnya. Pula mudah dapat set-up walau mendadak ganti knalpot R9 terbaru. ECU-nya real time mengontrol bahan bakar dan gas buang,” jelas Torana alias Lodong, teknisi R25 Irwan!

Seperti di awal omongan tadi, kans Dellu juga dirusak oleh talenta muda macam Rheza Dhanica dari Yamaha IRC Trijaya Racing. Di antara petarung muda, Rheza paling menonjol  pada posisi ke-4 di klasemen akhir. Rheza kedua di final YSR dengan R25 korekan Haris Shakti Wibowo alias Mlethiz. “ECU pakai Aracer. Aracer punya keunggulan pada fitur lebih banyak dan detail. ECU ini mengontrol tenaga 51 dk R25 kami,” sebut Bowo, asisten ahli Mlethiz di R25.

Cerita lomba R25 Pro Rider di Sentul Besar sudah dimulai dengan kejutan hasil kualifikasi. Harlan Fadhillah yang membela tim Yamaha DS Moto Racing Team mencetak 1: 44. 349. Oleh Harlan disebutkan memang ada progress dari mesin dan suspensi, “Sejak seri sebelumnya, sudah lumayan. Tapi, tenaga tak optimal lantaran pilihan final gir yang nggak tepat,” bilangnya Harlan yang sayang saat lomba sudah tiga besar, tapi terlempar hingga ke gravel sebelum tikungan terakhir di lap akhir. 

Catatan lain, kembali Hendriansyah selaku petarung senior sukses runner up di klasemen akhir (R25). Macam mengulang hasil akhir di R15, “Performa motor oke, paling utama adalah memberi motivasi pada talenta-talenta muda,” tutup Hendriansyah yang bekerjasama dengan Tommy Huang (BRT) guna upgrade performa lewat ECU Juken 3 produk Cibinong.

Oke selamat buat Irwan! Ardel

BACA JUGA

Hasil Final Yamaha Sunday Race (R-Cup Series) Sentul, Bogor, Jabar 14 – 15 November 2015

Hasil Final Yamaha Cup Race (YCR) Sentul, Jabar 11 – 13 November 2015

Yamaha Sunday Race (YSR) 2015 Final Sentul; R15 Pro Rider, Juaranya Dibawa Silinder UMA 180 cc

Yamaha Sunday Race (YSR) 2015 Final Sentul; Throttle Body Dikecilin, R15 (Pro Rider) Pangkas 1 Detik!

Yamaha Cup Race (YCR) 2015 Final Sentul; IRC Konsisten Dukung YCR, Sinergi Racing dan Harian!

 

 

BAGIKAN