nhk

Yamaha Sunday Race (YSR) 2015 Seri 3 Sentul; Juara YZF-R25 Pro Disabet AR1, Masih Piggyback

 

 

ManiakMotor – Kejutan di kelas Yamaha YZF R25. Dellu Agung dari tim Yamaha AR-1 Abirawa NHK dan Janoer Deden from Yamaha Yamalube  Akai jaya BAF RMS MBKW2 membalik situasi. Dellu yang asli Jakarta podium pertama dan Jr. Deden asal Makassar podium ketiga. Untuk posisi kedua ada rider senior Irwan Adriansyah (Yamaha Nissin FDR Adrians Racing Team).

Begitulah susunan di kelas yang paling banyak pesertanya di Yamaha Sunday Race (YSR)  seri 3 di Sentul International Circuit (SIC) pada 30 Oktober hingga 1 November 2015 lalu. Dari nama-nama yang disebut awal, mereka pembalap professional, makanya ikut di R25 Prof. “Bisa saja podium pertama bila tak ada masalah dengan dengan rem belakang. Tuas remnya putus,” alasan  Mlethiz mekanik berbakat yang mengorek R25 Deden. Dia juga sebut musim depan Deden yang juara nasional MP2 itu akan fokus di sport 250.

Menurut Mlethiz up-grade R25 saat ini masih tersisa 50 persen yang belum tersentuh. Maklum motor baru di arena racing Indonesia. Kelas sport juga belum lama-lama amat booming di Indonesia. “Sebagian part saja   masih standar, seperti gigi rasio. Untuk sementara memang masih fokus pada mapping elektronik lewat ECU,” singkat Mlethiz.

Sedang Angga Kurniawan si bos AR1 yang juga hobi soal korek mengorek, mengaku masih andalkan piggyback (PB). Dia menggunakan PB Power Commander V keluaran Dynojet asal Amrik. “PB ini memiliki kelebihan yang mudah diset-up dan prisi,” nilai Angga yang setting AFR pada angka 13,4 saat lomba pada R25 Dellu.

Asyiknya lagi, PB Power Commander dilengkapi perangkat option autotune. Fungsinya untuk melakukan setting secara otomatis untuk mengkoreksi ECU. Pokoknya ECU-nya dituntun ke arah yang tepat untuk proses kinerja mesin. Sekalian itu alat dilengkapi quickshifter.

Soal quickshifter diakui Dellu memberikan dia kemudahan saat membalap. Dellu dengan tepat melakukan oper gigi. ”Membantu akselerasi. Oper ke gigi lebih tinggi tak perlu tarik kopling. Rpm pun tak banyak drop lantaran bisa langsung cungkel persnelling,” ujar Dellu yang hiram manis itu.

Singkatnya, sistem kerja produk ini seperti memutus aliran listrik. Seolah, mesin mati dalam hitungan sepersekian detik, ”Makanya, gigi bisa dimasukkan. Tapi, prosesnya sangat cepat. Bisa seperseribu atau seperpuluhan ribu detik. Kerjanya mengandalkan sensor di tuas persneling. Nantinya sensor akan kirim sinyal ke ECU buat memanipulasi keadaan,” ujar Angga Kurniawan bos Anjany Racing di Jl. Arteri Kelapa Dua No. 21, Jakarta Barat. 

Begitu yang bikin juara si Dellu. Ardel

BACA JUGA

Hasil Yamaha Sunday Race Cup (Seri 3) Sentul, Bogor, Jabar 31 Oktober – 1 November 2015

Yamaha Sunday Race (YSR) 2015 Sentul: Pro Speed Puas Dengan Kelas Sportnya

Yamaha Sunday Race (YSR) 2015 Seri 3 Sentul: R15 Pro Juaranya Juken 3, ECU Lokal

Yamaha Sunday Race (YSR) 2015 Seri 3 Sentul: Animo Komunitas Meningkat, Ketat, Makin Taat!

Hasil Yamaha Sunday Race Cup (Seri 3) Sentul, Bogor, Jabar 31 Oktober – 1 November 2015

 

 

BAGIKAN