nhk

Yamaha Sunday Race (YSR) 2016 Sentul (Seri 1): R25 Mainkan Porting Dan Durasi Noken As, Hamer Juara

 

ManiakMotor – Kecepatan Yamaha R25 hampir rata. Di sebut hampir, karena lebihnya urusan mekanik dan skill pembalap. Regulasinya mesin memang terbatas, hanya pintar-pintar mekanik mainkan porting dan durasi noken-as.   Selebihnya akurasi seorang tukang program terhadap ECU-nya lewat komputer.

Begitu yang terpantau langsung di kelas Sport 250 Rider Pro di Yamaha Sunday Race (YSR) yang juga dikenal dengan R Cup Series. Lomba ini berlangsung di Sentul International Circuit (SIC) pada Ahad 20 Maret 2016. Itu kelas macam Moto3 di Losail yang delapan pembalapnya sampai lap terakhir  sulit ditebak juaranya.

Kalau berhasil juara berarti  Wilman Hammar dari Yamaha Yamalube NHK SSS  punya ajian sendiri.  Anak muda Pinrang, Sulsel ini melejit di last lap. “Seperti kata maniakmotor.com dalam situasi rombongan harus memanfaatkan kelebihan motor. Jika unggul di trek lurus, manfaatkan benar lokasi tersebut. Kebetulan motor saya unggul di tikungan-tikungan panjang, nah itu yang saya ambil kelebihannya,” tutur Willy yang di kualifikasi mencetak best time 1.45.603 detik yang membuatnya tercepat.

Pada 10 lap tersedia, Willy memang dapat serangan dari Irwan Adriansyah dan Fitriansyah Kete, kedua pemain senior. Bahkan, Willy punya tugas tambahan mengawal Syahrul Amin, rekan satu timnya. Srategi tim order itu menempatkan Willy-Amin 1 dan 3 di podium. “Kalau saya melakukan kesalahan di last lap di tikungan pertama. Terlalu melebar menghindari si Kete,” jujur Irwan yang juara bertahan tahun lalu di kelas ini.

Kans podium ada juga pada Janoer Ardhetrio (Sidrap BAF Akaijaya Feat MBKW2). Dia geber R25 racikan Hariz Shakti Wibowo alias Mlethiz. Joki nomor start 57 itu sempat memimpin barisan depan, padahal start dari grid 9. Tapi melakukan kesalahan sendiri jatuh di R4. “Target saya sih IRS, YSR ini pemanasan,” sebut Gandung Darmoko, pelatih fisiknya.

Tak kalah menarik, si Kete yang finish kedua. Last minute rider kawakan asal Kaltim itu memilih bergabung dengan tim Khevalindo Waloja. Tahun lalu, nama tim ini jarang muncul di papan atas. “Musim ini ditangani BRT. Baru setting Jumat, tapi basic powernya langsung oke,” bilang Kete yang baru saja melepas masa lajangnya itu.

Oleh Tomy Huang yang punya BRT malah disebut seharusnya bisa podium pertama. Apa pasal? Pasalnya pakai ECU BRT  Jukens 3, bro. Ini ECU punya fitur dual injector (turbo). “Injector utama menyemburkan bahan bakar di semua putaran mesin. Sedangkan injector tambahan menyemprotkan bahan bakar pada putaran tinggi saja. Begitu cara kerjanya,” terang Tomy.

Hal yang sama, Widya ‘GDT’ Krida Laksana, kliker R25 Willy-Amin sebut hasil seri perdana ini bagian dari progress set-up ECU aRacer. Dia menggunakan tipe RC2 yang mulai ketemu lewat arahan Fredy Gautama dari Ultra Speed yang punya aRacer. Itu sih ECU pintar dengan fitur cetar. Hehe… Ulasan teknis lebih lengkap, coba klik lagi, http://maniakmotor.com/index.php/roadraces/one-race-make-yamaha/11183-yamaha-sunday-race-ysr-2016-sentul-kualifikasi-r25-pro-masih-utak-atik-elektronik. So, adu ECU aRacer Vs BRT Juken 3? Utak-atik elektronik, dengan misi eduaksi khas YSR. 

Beda lagi dengan pasukan Yamaha Yonk Jaya NHK. Datang ke sirkuit hanya mengandalkan set-up kejurnas. “Saya hanya memainkan porting, kem standar. Eh saat lihat lawan catatan waktunya luar biasa, ternyata kem boleh dimodif. Terpaksa bikin kem dadakan dengan mengubah format settingan ECU,” kata Hardi alias Kampret soal simpang siur regulasi. Ardel

BACA JUGA

Yamaha Sunday Race 2016 Sentul: Kualifikasi R25 Pro, Masih Utak-Atik Elektronik

Hasil Yamaha Sunday Race (R Cup Series) Sentul, Jabar 19 – 20 Maret 2016

Yamaha Sunday Race 2016 Sentul: Zaman Sudah Berubah, Up To Date Elektronik 

Yamaha Masih Raja Sport dan Bebek 150 cc! Katanya Begitu

Yamaha Sunday Race (YSR) 2016 Sentul (Seri 1); Hati-Hati Ada Vixion, Raja Sport Indonesia

BAGIKAN