nhk

Yamaha Sunday Race (YSR) Sentul (seri 1), R15 Rider Pro, ECU aRacer vs BRT Juken 3

 

ManiakMotor – Perang elektronik ECU Jukens 3 (BRT) Vs aRacer adanya di sport 150 cc atau YZF R15 (rider pro). Ini salah satu kelas dari dua kelas untuk kategori pro di Yamaha Sunday Race (YSR). Seri 1 event ini dihajat di Sentul International Circuit SIC pada 19-20 Maret 2016.

Dua ‘otak’ injeksi itu punya keunggulan pada fitur yang ditawarkan. “Terpenting lewat YSR mengedukasi mekanik. Salah satunya mendekatkan atau membiasakan peserta dengan piranti elektronik injeksi. Darii sekarang balap motor sudah bicara hal ini,” ujar Supriyanto, Manager Motosport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

Bahkan Tomy Huang, bos BRT (Bintang Racing Team) menyebut telah mengedukasi lebih dari 300 mekanik menyoal injeksi. Beberapa ikut  YSR kategori komunitas dan juara. Di pro seperti R15 Juken 3 mengusai podium 1 dan 2 lewat pembalap Febrianus Balank (Sido Raharjo Energy  FDR) dan Fitriansyah Kete (Khevalindo Waloja).  Juken 3 racing turbo punya dual injector. “Injector utama melayani semua putaran. Injector tambahan pada putaran tinggi saja,” terang Tomy.

Tak sekedar ECU, “Tahun lalu ada masalah dengan daya tahan yakni setang piston kerap putus dengan offset piston 0.5 mm. Kali ini masalah itu telah teratasi dengan mengubah offset piston jadi 1 mm. Bahkan rpm bisa lebih tinggi hingga 14.000,” tambah Tomy seraya menyebut dua R15 tadi bisa punya potensi tenaga hingga 27 HP (saat ini masih 26.5 HP dyno BRT).

Sedangkan aRacer sebenarnya sudah menang di R25. Di R15 diwakili Ivan Atmaja (B-Pro Ilegal Racing). Mekaniknya Ahmad Saihu alias Usay yang mengaku tahun lalu sudah aplikasi ECU aRacer.

Jadi, “Tinggal optimalkan dari hasil riset sebelumnya seperti mapping pengapian, AFR. Perubahan regulasi dari 180 cc ke 150 cc ada untungnya. Itu lantaran seri pertama tahun lalu pun kita masih dengan 150 cc dan podium,” ujar Usay dengan bendera Ilegal Racing di kawasan Kebayoran Lama, Jaksel itu.

Kans Ivan kuasai kelas ini terbuka dengan kuasai sesi kualifikasi di hari sebelumnya. Race day pun pembalap asal Jakarta itu ada di barisan depan, tapi justru dilap-lap akhir kalah strategi  slip stream alias curi angin. “Akan dibalas di IRS Minggu depan, optimis bisa lebih bicara,”semangat Ivan.

Tak kalah menarik, diikuti 23 starter, kelas ini justru dikuasai tim non pabrikan, “Tahun ini coba support tim, dua hari sebelum balap baru putuskan pembalapnya Febrianus Balank. Balank tahun lalu juara umum,” ujar Dicky Hestu, ayah dari rider Galang Hendra Pratama dengan bendera Sido Raharjo Energy itu. Mantap! Ardel    

BACA JUGA

Hasil Yamaha Sunday Race (R Cup Series) Sentul, Jabar 19 – 20 Maret 2016

Yamaha Sunday Race (YSR) 2016 Seri 1: 1.000 Raja Motor Sport Melintasi Sentul

Yamaha Sunday Race (YSR) 2016 Sentul (Seri 1): R25 Mainkan Porting Dan Durasi Noken As, Hamer Juara

Yamaha Sunday Race (YSR) 2016 Sentul: Kualifikasi R25 Pro, Masih Utak-Atik Elektronik

Yamaha Sunday Race 2016 Sentul: Zaman Sudah Berubah, Up To Date Elektronik

BAGIKAN