nhk

Yamaha Touch SC Ole D2T, Chodox Ciptakan Ban Basah Sendiri!

Eko Chodox alias Kodok dengan Yamaha Touch

 

ManiakMotor – Ban basah bisa dibikin sendiri oleh Eko Chodox Sulistyo. Dia  gemilang di AHRS  Drag Bike seri 5 (19/4) kemarin ketika lintasan digenangi air.  Chodox sikat podium pertama di dua kelas utama. Salah satunya, sport 2T 140 cc TU dengan Yamaha Touch saat aspal licin.

Eko Chodox 2016
Eko Chodox di AHRS Sleman

Bukannya Chodox punya cetakanrik ban, lantas gampang saja bikin ban basah. Bukan itu, kompon bannya tetap seperti yang digunakan di arena drag bike. Tapi caranya mengendara, ban itu seperti wet tire. “Sensornya sih biasa, triknya yang tidak biasa. Power gede khas 2T yang power bandnya sempit di trek licin harus benar-benar harus diurut,”bilang Chodox pada motor bikinan M Yusron milik Simple Consept SSS Excel Asia Takasago tersebut.

Caranya dia punya Chodox, gas tetap besar sesuai tenaga ideal Touch. Melepas kopling sesuai feeling rotasi roda pada aspal. Memang tidak semudah diceritakan seperti tulisan ini. Eh siapa bilang mudah menceritakan, sama sulitnya bro. Tapi di maniakmotor.com seperti teknik Chodox di lintasan lincin itu memberitakan pada sampeyan. Intinya cara Chodox ini agar tenaga tidak muncul mendadak pada roda, namun dilsalurkan sesuai kemampuan ban pada trek licin.

Chodox pun mencetak 7.669 detik yang membuatnya juara di Sport TU 2T 140. Katanya memang sepintas seperti elmu biasa dengan diawali mengembangkan rpm 7000 saat start.  Itu butuh jam terbang tinggi lantaran sudah menggunakan naluri. Maklum trek basah yang utama jadi bumerang  power gede.

erupa dilakukan oleh Eza Chemonk, joki pemula asal Bandung, Jabar. Chemonk dapat ilmu khusus dari Chodox, lantaran membawa motor yang sama. Alhasil, Chemonk sukses podium kedua di bawah Chodox dengan catatan waktu 7.693 detik. Terpaut tipis dengan Chodox, yang tipis itu beda jam terbang dan hoki.

Cerita lain, kelas ini memang jadi pertarungan ketat mekanik 2T papan atas. Lihat saja, posisi ketiga ada karya Nugroho alias Potter (OTD Racing), lalu Yuda ‘Kemo’ Sanjaya (Sanjaya Racing) dan Setyoko akrab disapa Penceng (PRK Racing). Tiga mekanik itu juga pakai mesin berbasis Touch. Kali ini RX Z yang diwakili AB. Bendol (ABRT Moto 1 Racing SSS Excel Asia Takasago) justru tak dimainkan.

So, ditunggu pembuktian selanjutnya di event bergengsi lain macam garapan maniakmotor.com. Event bertajuk Proliner UMA RCB Drag Bike Maniak 201M pada 12 – 13 November 2016. Tempatnya masih di Jababeka, Jabar. Banyak kejutan hadiah macam best time, reaction time, best time khusus bracket time dan sebagainya deh. Ardel

 

BAGIKAN