nhk

YCR Medan 2018: Nih Hebatnya Aerox 155, Bisa Balapan, VVA-nya Berfungsi

ManiakMotor – Hanya bobok knalpot dan selebihnya standart. Para penunggangnya juga, cuma orang hobi. Mereka komunitas yang didaulat untuk berkompetisi yang sebelumnya diberi tutorial oleh Rey Ratukore, pembalap nasional Yamaha Indonesia.

Hasilnya di sirkuit Pancing, Medan, Sumut pada 1 April 2018, Yamaha Aerox 155 kelincahannya bikin melotot. Ini kelas baru di Yamaha Cup Race (YCR) yang ronde pertamanya diadakan di provinsi para opung doli/opung mboru, tulang, namboru, lae, inang dan butet itu, disebut Aerox 155 Cup Community. Kelas ini diikuti komunitas yang motornya disediakan Yamaha.

Lindah dan kuat

Kata para penulis yang baru belajar di maniakmotor.com, gambot sih gambot, tapi tetap agresif dengan kestabilan yang tinggi pada Aerox 155, “Karena itu, Yamaha Indonesia, mencobanya langsung di sirkuit seperti ini,” sebut M. Abidin, GM After Sales & Motorsport PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) saat membuka Yamaha Cuap Race di Medan, Sumut.

Mau tahu? Dalam satu putaran catatan waktunya di sirkuit Pancing yang panjangnya 1.080 meter ini, bisa 56 detik. Bandingkan dengan YCR1 yang mesinnya juga 150 cc, namun sudah dipermak abis, beda 10 detik.

Tapi ingat di kelas  Aerox 155 Cup Community ini, pesertanya hobi tadi. Lha kenal racing line benar saja, baru diajari Rey Ratukore di sirkuit tersebut. Namanya hobi, perbedaan pada skill YCR1 tadi bisa selisih jauh. Belum lagi mesinnya. Tapi ini hanya selisih 10 detik bro.

Seperti yang dikatakan Rizal Afrizal, salah satu peserta, badannya tertarik-tarik karena harus menarik gas sepenuhnya. Ya namanya juga balap. Dia akhirnya nggak bisa sesuka hati betot gas, saking tenaganya merespon terus, “Tarikan ini berlangsung dari putaran bawah sampai atas. Herannya roda nggak geser-geser, tanda suspensi mendukung,” timpal Dimas Spring yang juara di kelas tersebut.

Penulis baru ingat, Aerox ini menggunakan VVA (Valve Variable Actuation). Itu kemnya ada benjolan (lobe) tambahan untuk mengdorong klep lebih tinggi membukanya yang diperuntukan untuk putaran tinggi. Ini sama dengan pada mesin konvensional yang sudah dikorek habis lif atau angkatan klepnya dibikin tinggi. Di Aerox itu tidak perlu, sudah ada VVA-nya. Pantaslah One Stage Ahead. RIC

BACA JUGA

Hasil Yamaha Cup Race (YCR) Medan, Sumut 31 Maret – 1 April 2018

Yamaha Cup Race 2018 Medan: Coaching Clinic Mentor Pembalap Nasional Pada Komunitas Dengan Yamaha Aerox 155

YCR Medan 2018: Race YCR1 Mapping Agus Setiawan, YCR2 Doohan Soal Gir

YRC Medan 2018: Kualifikasi YCR1 Milik Agus, YCR2 Doohan A..!

YCR (Yamaha Cup Race) Medan 2018: Happy Peserta Aerox 155 Cup Community

Jelang YCR Medan 2018: Siap-Siap Dipilih Untuk Grand Final

BAGIKAN