nhk

YCR Medan 2018: Race YCR1 Mapping Agus Setiawan, YCR2 Doohan Soal Gir

Agus dan Subur. Serius kan

ManiakMotor – Agus Setiawan yang kualifikasi tercepat di YCR1 boleh dikawinkan dengan juara. Pembalap Yamaha BTKS asal Bangkinang itu cerdik di sirkuit Pancing, Medan, Sumut pada Minggu 1 April 2018. Dia manfaatkan kelebihan Yamaha MX-Kingnya yang dari kesibukan paddocknya disetel serius skali.

Podium YCR1

Coba dengar dulu omongan si Subur. Katanya doski sendiri dan kelihatannya memang begitu yang memetakan ECU aRacer pada MX-King Agus, “Mencari final gir itu lebih mudah dengan program ECU. Sebab di lap top kelihatan kapan habisnya reduksi setiap gigi dari hasil analisa,” ajar eh cerita Subur sembari pegang lap top. 

Katanya, kalau mematok putaran mesin yang ‘cuma’ dibatasi 14.300 rpm  dan AFR, itu urusan ECU. Akan tetapi ditanyakan durasi kem dan lift klep, itu urusan mekanis. “Di lapangan begini, lap top yang menentukan,” tambah Subur sembari konsultasi dengan Agus usai melakukan warm-up.

Doohan kehabisan gir

Hasil di lintasan, MX-King Agus laju terus. Putaran mesinnya seperti nyambung dan ingin ditambah terus gasnya. Untung road race, tuh ada tikungan di depan, harus mengerem, “Motor memang lagi enak dari semua komponen. Suspensi Traxx-D juga dapat setelannya, jadi mesin bisa dipush. Roda belakang selalu dapat momentumnya,” cerita Agus usai balapan.

Posisi kedua di YRC1 atau MP1 kalau di MP ini, direbut oleh Doohan Akbar. Doohan mengaku nggak bisa memaksimalkan lap top mekaniknya, karena mesin tidak maksimal. “Kami nggak punya gir belakang 51. Jadi motor lebih berat. Saya maksimalkan saja yang ada,” kata Doohan yang memperkuat Yamaha Centula.

Kejutan dari posisi ke-3 yang dipersembahkan oleh Ega Fajar (Canasta Racing Team) asal Padang, Sumatera Barat. Nan jauh di mato saat race dari posisi terakhir bisa podium. Dia semapat terjatuh dan bangkit lagi menguber. Agak beda dengan ceritanya dengan Reza Pahlevi, “Salah mapping, mas. Motor nggak lari,” sesal Om Herry, owner tim yang dibela Reza. Walah, kenapa? Apa lap topnya down?

Sementara itu, di YCR2 persis hasil QTT pada Sabtu. Juaranya si Doohan. Dia tetap bekerja keras sih, start dari grid pertama sempat ketiga, tapi kembali merebutnya, “Nah kalau di di YCR2 girnya lengkap. Sehingga melakukan mapping juga mudah,” tutur mekanik Yamaha Centul, si Taufik.

Karena juara, Taufik membocorkan semua jeroan yang digunakan pada Jupiter Z1. Misalnya klep menggunakan milik Pulsar yang batangnya 4.5 mm. Magnet yang boleh melontarkan torsi dan rpm bisa naik menggunakan SND. Dan sebagianya yang dia sebut atu-atu.

Oke deh slamet. RIC

BACA JUGA

Hasil Yamaha Cup Race (YCR) Medan, Sumut 31 Maret – 1 April 2018

Yamaha Cup Race 2018 Medan: Coaching Clinic Mentor Pembalap Nasional Pada Komunitas Dengan Yamaha Aerox 155

YRC Medan 2018: Kualifikasi YCR1 Milik Agus, YCR2 Doohan A..!

YCR (Yamaha Cup Race) Medan 2018: Happy Peserta Aerox 155 Cup Community

Jelang YCR Medan 2018: A2N Racing Team Pede Sekali Di Sirkuit Pancing

Jelang YCR Medan 2018: Siap-Siap Dipilih Untuk Grand Final

BAGIKAN