nhk

YCR Sintang 2019: Kelas 2T Paling Ramai Peserta, Sangat Terjangkau Di Kalbar

ManiakMotor – Kelas paling banyak diminati di Yamaha Cup Race Sintang ditebak adalah  mesin 2T alias two stroke, ya dua langkah. Kelas tersebut ada di YCR7 (Bebek/Moped Standart 2 Tak 120 Pemula)  dan YCR10 (Bebek/Moped Standart 2T 120 Lokal).

Ada empat kelas 2T yang dibuka semuanya ramai. Tapi yang YCR7 dan YCR10 masing-masing ada 31 peserta. “Buat anak daerah seperti kami, kelas 2T masih sangat mudah aksesnya. Mencari mekanik yang paham mengorek mesin dan setting kabu juga banyak di Sintang. Nggak seperti 4T yang sudah era ECU,” kata Amri Krisdyanto, pembalap asli Sintang.

Ko Akong dan Krisdianto

Krisdyanto saat QTT dapat time 39,253 detik atas nama dari tim Walet Motor di YCR10. Kris – begitu dia dipanggil – bersama dan timnya terlihat sumringah dapat tercepat di kelas yang diikutinya. Doski menggeber F1-ZR yang terdengar merdu mesinnya. Timnya juga nggak perlu bawa-bawa lap-top, hehe.

Apalagi yang kelas standart disebut tadi, peraturannya karbu dan knalpot standart. Jadi memang jajannya nggak banyak untuk persiapan balapan. Yang penting ada uang pendaftaran dan berani, ya sudah ikut. “Harus ada KIS juga, haha. Motor yang saya korek ini rata-rata hanya ganti ring piston, sudah bisa ikut balap. Kelas standar sangat irit,” timpal Akong (MMS Motor) dari Pontianak yang membawa beberapa motor.

Belum lagi menurut Akong peredaran motor 2T di Kalbar masih sangat ramai. Maka, mereka juga nggak kekurangan suku cadang pengganti. Pabrikan dan suku cadang after market masih banyak mensuplai ke pasar Kalbar.

Di kelas YCR 7 ada Galuh Prasetya dari Selakau dengan Tim Hongki Motor. Dia senang bangat dapat wawancara wartawan maniakmotor.com dari Jakarta, hehe, “Bangga saya. Padahal saya cuma ikut kelas 2T Pemula. Tapi saat dihitung kelas yang saya ikuti paling banyak pesertanya. Itu wajar, kelas terjangkau. Sayang saya cuma ikut satu kelas ini, cuma itu yang saya mampu,” kata Galuh yang tercepat QTT  kelas YCR7.

Omongan Galuh diperkuat sang mekanik yang bernama Pak Ahuy. Ahuy mengaku sudah 10 tahun tidak ikut balap. Tapi selalu gatal tangannya untuk mengorek 2T, “Apalagi kelas standar. Dulu disebut standar korek. Yang termahal kalau diubah jadi balap, paling gigi rasio. Selebihnya terjangkau seperti kampas kopling dan ring piston. Lalu tinggal setting sendiri, enak kan,” papar Ahuy yang hanya menghabiskan Rp 6.5 juta untuk bikin F1-ZR kelas YCR7.

Mantap… ayo digas. Raider

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353