nhk

YCR Tasikmalaya 2018: Tiga Besar Final Yamaha Aerox 155 Cup Community, Biasa Di YSR

ManiakMotor – Namanya motor speksifikasinya sama, pertarungan jadi menarik. Apalagi yang mengendarai mereka yang hobi. Seru kalee, nontonnya. Sampai penonton di pinggir lintasan pun seperti ikut terhanyut dalam adrenalin.

Para podium Aerox

Begitu jalannya lomba Yamaha Aerox 155 Cup Community di Yamaha Cup Race (YCR) di sirkuit Bukit Peusar, Tasikmalaya, Jabar pada Ahad 15 Juli 2018, “Bukannya gemetar, tapi memang susah mengatur untuk menyalip, tenaga motor sama semua. Kalau sama-sama buka gasnya, repot saya. Saya kan hobi saja,” kata Deny Andika Jaya dari DKI yang terdaftar atas nama ARCI RT yang tertinggal 51 detik dari juara.

Di kelompok Deny ini memang terlihat sangat rapat. Skill mereka seimbang. Bukan bilang masih sama-sama belajar ya, hehe. Tapi gaya mereka nggak ada matinya deh. Walau geber matic Aerox, riding style macam Valentino Rossi dan Maverick Vinales di atas Aerox. Begitu mereka merasakan. Kasih aplus dulu dong, plog-plog-plog… itu tepuk tangan buat 15 peserta.

Beda lagi persaingan ketat berebut posisi tiga besar. Awal-awal kelihatannya seimbang. Dan ternyata ketiganya sebelumnya ikut Yamaha Sunday Race (YSR) dan memang langgan ikut. Pantas cara-cara mereka mengerem, ngegas dan tiarap di trek lurus sudah rada mahir, “Walau begitu saya tetap beradaptasi. Beda bawa R25 dan Aerox. Untungnya ada tutor dari Mas Rey Ratukore,” sebut Sugihartono yang menang di YCR7 atau Yamaha Aerox 155 Cup Community tersebut.

Kalau ini gayanya sudah mantap

Sugihartono mendaftar atas nama tim YROI DKI. Dia bercerita dapat ilmu dari YCR ini, sebab bisa menaklukan sektor paling sulit di tikungan kelima Bukit Peusar. Sebab tikungan tersebut rolling speed ke kiri cukup panjang yang disambut dengan tikungan berbalasan atau chicane, “Untung walau standar body Aerox bisa diajak lincah,” tambah Sugiharto dengan senyum kemenangan.

Reza Renaldy yang juga dari DKI atas nama tim SS Racing Squad yang podium kedua punya cerita beda. Dia katanya kesulitan beradaptasi dengan bodi Aerox. “Sebab bodinya standar. Apalagi pijakan kakinya bikin bingung saya, walau sudah diajari Mas Rey,” kata Reza yang tertinggal 3 detik lebih dari Sugihartono yang seminggu sebelum YCR Tasik masih ngegas R25 di YSR.

Pada dasarnya semua riang, lantaran ini kelas hobi alias komunitas. Namanya sirkuit, apalagi semi permanen seperti Bukit Peusar, menguras tenaga para pehobi, “Racing linenya sangat berbeda dari Sentul Besar. Terasa sangat cepat terkuras fisik. Walau suah diajari line yang benar,” timpal Tri Aulia Rahman dari YROI DKI yang ketiga dan mengaku sangat bersyukur bisa ikut YCR di Tasik. Raider

BACA JUGA

Hasil Yamaha Cup Race (YCR) Tasikmalaya, Jabar 14 – 15 Juli 2018

Yamaha Cup Race 2018 Tasikmalaya: Starter Banyak, Animo Aerox 155 Cup Community & Lokal

YCR Tasikmalaya 2018: QTT YCR1 Fadhil Cepat Dengan MX-King Racetech

BAGIKAN