nhk

YCR Tasikmalaya, Di Sirkuit Bisa Jumping, Sigit PD Patah Tulang

 

ManiakMotor –  Laguna Seca adalah sirkuit favorit balap motor di Amerika. Nah untuk membayangkan mininya, silakan ke sirkuit Bukit Peusar, di bagian perut sampeyan. Itu sih pusar, yang ini malah di  kaki  Gunung Galunggung, Tasikmalaya, Jabar. Sirkuitnya turun-naik. Sirkuit yang butuh set-up suspensi untuk meredam motor tidak banyak geser dan goyang. Bedanya di Laguna Seca tidak ada single jump. Di Peuser ada, lihat foto itu, terbang kan motornya.

 

Ada dua setelan sokbreker yang bertolak belakang pada model sirkut seperti Laguna Seca, anggap saja di Amrik ceritanya. Sirkuit turun naik yang disambut tikungan, pilihannya rebound  atau kompresi memanjang yang lebih lambat. Kalau ada setelan travel atau jarak mainnya, ya seharunya dibikin lebih panjang. Tetapi, sokbreker bebek sudah dipaku mati dan yang ada hanya setelan klik rebound.

Di sisi lain, aspal Peusar sudah pada melendung (bumpy) alias sudah jadi kribo. Ini malah meminta suspensi harus cepat pantulannya. “Kan serba sulit, mas. Ini sudah dicoba dua kali latihan, belum didapat. Perasaan dari sasis yang bermasalah, padahal itu suspensi yang belum tepat,” jelas Sigit PD dari Yamaha Yamalube TDR FDR NHK yang barusan diberitakan mengalami patah tulang. Maka muncul isu, sirkuit ini tidak layak dan tidak terurus. Sigit berbicara dengan maniakmotor.com, sebelum dia mengalami insiden di QTT.

Yamaha Yamalube FDR KYT Trijaya sejak datang ke sirkuit sudah berkutat menyetel suspesi. Hanya saja, kurang waktu yang banyak harus ini dan itu. Terpaksa, “Ada instruksi harus bawa motor lebih luwes, lalu lengan dan pergelangan tangan mirip bermain grasstrack,” urai M. Zaki yang pernah turun di sirkuit ini namun harus menyesuaikan ulang. “Saya kan tuan rumah, harusnya bisa bermain bagus. Setelan suspensi juga saya kenal di sini, tapi itu kembali pada mekanik,” timpal Anggi Permana, rekan satu setim Zaki yang ada hubungan dengan sirkuit ini. 

Seperti dibilang tadi, jika ada setelan jarak main sokbreker, itu yang dimanfaatkan. Bayangkan, waktu menghadapi R3 dan R4, motor bisa terbang seperti motocross, loh? “Bingung saya, road race harus bisa jumping,” ungkap Yoga Adi Pratama dari Yamaha Yamalube KYT 3M FDR Ridlatama.

Kan tetap mendarat juga, nggak ke mana-mana kok. Adit

BERITA TERKAIT:
Hasil Semua Sesi YCR Tasik Dan HRC Solo 9-10 Juni
YCR Tasik Race-2 MP1, Bontot Di Depan Saat Wet Race
YCR Tasik Race-2 MP2, Agus Lagi..!
YCR Tasik Race-1 MP2, Didikte Agus Setiawan Mantan Pemain SE
YCR Tasik Race-1 MP1, Adi Bontot Bikin Suspensi Kedua
YCR Tasik, Meredam Bebek Terbang Di Bukit Peusar
Jupiter Z Topan Juara IP
YCR Tasikmalaya, Pembalap Yonk Jaya Minta Mesin Kuat
Yamaha Cup Race, Pasar Senggol Tertua Tetap Di Tasik
OMR Yamaha Pancing, Sirkuit Penuh Jebakan
YRC Lampung, Panggil Pemula ‘Tersesat’
QTT YCR Dan Sirkuit Baru Di Medan
OMR Yamaha Mulak Tu Huta..!
Mari Berpaling Balap Malam OMR Yamaha 2012
Modifikasi Honda Blade, Pemenang IndoPrix Kenjeran
YCR Tasik Race-2 MP2, Agus Lagi..!
YCR Tasik Race-1 MP2, Didikte Agus Setiawan Mantan Pemain SE
YCR Tasik Race-1 MP1, Adi Bontot Bikin Suspensi Kedua
OMR Yamaha Pancing, Sirkuit Penuh Jebakan
QTT YCR Dan Sirkuit Baru Di Medan
 

 

 

 


 

BAGIKAN