Akan Ada 21 Pembalap dan 3 Tim Habis Kontrak Usai MotoGP 2024, Yamaha Bakal Gaet Acosta dan Bezzecchi?

Maniakmotor.com — Potensi gaet nama-nama besar di MotoGP 2025 terbuka lebar. Makanye direktur pelaksana tim Monster Yamaha, Lin Jarvis, ungkapkan adanya iklim yang kompleks selama musim MotoGP 2024. 

Kenapa tuh? Sesuai judul di atas bahwa akan ada sebanyak 21 pembalap sekaligus 3 tim satelit yang habis kontrak di tahun ini.

Fabio Quartararo dan Alex Rins jadi salah satu pembalap yang juga akan habis kontrak. Pun, terkait 3 tim satelit yang dimaksud di antaranya adalah LCR (Honda), VR46, dan Pramac (Ducati). 

Bisa dibilang sebagai free market melihat situasi saking banyaknya pembalap maupun tim yang tak berkontrak di penghujung 2024. Maka dari itu, ada beberapa potensi yang memungkinkan Yamaha, menggaet joki maupun tim satelit baru yang berada pada keabu-abuan kontrak tersebut. Kira-kira siapa yang akan digaet? Siapa yang akan dipertahankan ya?

“Yamaha akan disuguhkan dengan opsi sekitar 19 pembalap tanpa kontrak untuk tahun depan. Jadi hal itu (MotoGP 2024) akan sangat menarik ketika ditonton dari trek, namun akan jadi yang cukup kompleks di luar trek,” ucap Jarvis, Maniak Motor kutip dari Crash pasa Selasa, 27 Februari 2024.

Ada beberapa hal yang tentu menarik digaet dari pabrikan manapun. Pembalap rookie yang menjadi sorotan di pramusim MotoGP 2024, Pedro Acosta, dari tim satelit KTM, misalnya. Doi hanya memiliki kontrak satu tahun. Ya meskipun, doi sudah dilirik-lirik tim pabrikan di 2025 nanti. Akan tetapi, tetap saja, hitam di atas putih lebih diyakini “pasti” oleh banyak dari kita.

Begitu juga, dengan VR46 yang termasuk jadi sorotan pada bahasan kali ini. Tim satelit Ducati satu ini, bila dibandingkan dengan sesamanya yakni Pramac yang menggunakan mesin dan pembalap terbaru dikontrak oleh pabrikan, cukup lebih dianaktirikan. Sebab, tim yang dimiliki pembalap legendaris, Rossi, hanya diberikan Desmosedici dengan mesin 2023, dan pengendara yang dikontrak oleh tim itu sendiri. Ya wajar sih, namanya juga tim baru.

Mungkin sekali sih, tim yang menaungi Marco Bezzecchi ini, dilirik oleh Yamaha di akhir musim mendatang. Apalagi, Valentina Rossi, masih menjadi duta merek dari pabrikan Jepang tersebut. Secara kompetitif, apa dari sisi VR46, hal itu menjadi lompatan yang cukup oke?

Dengan segala kemungkinan yang ada, yang jelas-jelas aje, Jarvis bilang kalau Yamaha sendiri lebih memprioritaskan untuk pertahanin Fabio Quartararo, sang pembalap kesayangan mereka yang jadi Juara dunia di tahun 2021. 

Jarvis juga ungkapkan Yamaha saat ini sudah banyak berinvestasi untuk pengembangan kuda besi mereka di MotoGP 2024. Mulai dari, direkrutnya Luca Marmorini untuk urusan performa mesin, Dallara untuk perkada aeordinamika, hingga insinyur Italia culikan dari Ducati.

Oh iya, tidak lupa juga dengan pemberlakuan konsesi teknis di musim ini. Tentu kalau sampai enggak membuahkan hasil, yang bener aje? Rugi dong.

“Kami harus sering kembali naik podium dan saya pikir kami bisa memenangkan beberapa balapan,” pungkas pria berkebangsaan Inggris tersebut, optimis.

“Baik untuk tim satelit dan juga pembalap kami (Yamaha) sendiri, kami harus kompetitif. Dan jika kami tidak 100% kompetitif tahun ini, kami perlu yakin bahwa dengan investasi yang kita lakukan, membawakan sebuah kemajuan,” sambung doi.

Perkontrakan “duniawi” bagi Jarvis, tidak hanya berarti mendatangani kontrak untuk motor yang dimiliki pembalap maupun tim untuk saat ini. Akan tetapi, secara berkelanjutan ini berarti untuk sepeda motor yang diharapkan bisa dimiliki di masa depan

Lebih berpeluang dikontraknya Acosta maupun VR46 untuk Yamaha 2025, ini semua perihal masa depan dan rasionalitas pilihan dari mereka ya, bro. Seperti kata Jarvis di penghujung wawancara, 

“Jadi hal terpenting bagi pilihan pebalap dan tim satelit adalah meyakinkan mereka tentang niat, kapasitas, dan keterampilan kami untuk masa depan”. Nggak bosen bilang, kita tunggu aje dah! 

-Diva-