Begini Suasana Perang Dingin antara Marc Marquez dengan Pecco Bagnaia Pasca Insiden Bentrok di MotoGP Portugal!

Maniakmotor.com – Yah kecot dah. Itu yang terjadi pasca dua pembalap bintang Ducati, Pecco Bagnaia (Lenovo) dan Marc Marquez (Gresini), bentrok di Sirkuit Potimao (Minggu, 24 Maret 2024). 

Muncul asumsi perang dingin antara keduanya. Serasa dua macan dalam satu kandang. Pastinya itu tak diharapkan oleh Ducati. Ngomong sang juara dunia, Bagnaia, masih tak terima harus meraih 0 point. 

Beda cerita kalau, the baby alien, Marquez, menerima kalau kejadian kemarin adalah insiden yang balap biasa. Nah kondisi pasca kejadian itupun terungkap.

Robert Jones, Jurnalis Crash, mengungkapkan pandangannya terkait kejadian di Portimao itu. Jones menganggap wajar Marquez, doi memang selalu ambisius untuk membuktikan kemampuannya dengan motor yang ia tunggangi. 

Marquez bagi Jones memang telah berupaya keras untuk bersaing dengan duo pembalap saingan kuatnya, Bagnaia dan Martin.

“Itu hanyalah salah satu situasi di mana dua pembalap saling merebutkan target posisi keduanya, berada di depan yang lain, maka dari itu, pasti ada sebuah kontak. Insiden balapan itu wajar. Terutama bila berbicara soal Marquez. Entah Anda menganggap Marquez bersalah atau tidak, dia selalu menjadi pusat perhatian,” Ucap Jones, Maniak Motor lansir dari Crash (Kamis, 28 Maret 2024)

“Bagi Ducati, ini adalah sesuatu yang ingin mereka atasi. Dan hal ini tidak boleh terjadi lagi. Khususnya bagi tim pabrikan, dengan “Bagnaia kembali merebut gelar, itu bukanlah sesuatu yang mereka inginkan. Melihat pebalap Ducati bertabrakan bukanlah hal yang baik. Itu sangat dramatis. Ke depan, mereka ingin menghentikannya. Pasti akan sulit untuk menutup kejadian yang sudah terjadi,” sambung dirinya lebih lanjut.

Bos Ducati sendiri, Gigi Dall’igna menanggapi insiden antara dua pembalap multi Juara Dunia mereka, pastinya lebih berhati-hati. Dirinya terlihat tidak ingin terlalu memihak ataupun menyalankan baik itu kepada Marquez maupun Bagnaia. 

Bagnaia sendiri terlihat masih keras, mengekspresikan kemarahan dirinya terhadap insiden tersebut. Skenario terburuk dari histori sang Juara Dunia dua kali di MotoGP 2024, sudah terjadi di depan mata, dirinya peroleh 0 poin. Kita mungkin bisa turut merasa “wajar” atas kemarahan Bagnaia ketika melihat doi sebagai sang Juara Dunia bertahan, pernah sabet favorit gelar. Dan di saat bersamaan, harus berada di posisi di mana dirinya melakukan kesalahan sprint race, kehilangan kecepatan di balap utama, dan yang terburuk, Martin, saingannya berada di depan.

Di lain sisi, Marquez, menilai bahwa momen tersebut adalah insiden balapan. Dan cenderung tak menyalahkan Bagnaia. Pun sang pembalap Gresini tersebut juga ungkapkan bahwa penilaian bahwa dirinya “tak salah” bisa dilihat dari data yang dimiliki Ducati. 

Yah, akankah ini menjadi mula perseteruan perang dingin antar kedua pembalap top di internal Ducati?

-Diva-