Belum Menjadi yang Semakin di Depan, Yamaha dan Honda Masih Tertinggal Beberapa Tahun di MotoGP 2024

Maniakmotor.com — Kedua pabrikan Jepang ini, baik Honda maupun Yamaha memang jelas ambyar di MotoGP musim sebelumnya. Dominasi Ducati dan pabrikan eropa lainnya bukan maen, tak dapat digapai oleh keduanya, terutama Honda yang ditunjukkan dengan rentetan crash yang dialami Marc Marquez.

Ya benar juga sih, sejak pramusim, Honda dan Yamaha memiliki kemajuan terutama dalam hal pembenahan aerodinamika dan elektronik motor mereka. 

Akan tetapi, Simon Crafar, sang mantan pembalap WSBK dan 500GP, yang saat ini menjadi komentator MotoGP 2024, ungkapkan meski kedua pabrikan Jepang tersebut telah lebih maju, tetap saja mereka hitungannya masih tertingal beberapa tahun. Simpelnya, baik Honda pun Yamaha, belum ada yang bisa adil menyalip perkembamgan dari Ducati.

“Jelas orang Jepang telah membuat kemajuan di bidang elektronik. Baik Honda dan Yamaha sudah maju. Mereka telah meningkatkan mesin, banyak bagian sasis, dan knalpot. Namun, saya yakin mereka masih tertinggal beberapa tahun,” kata Crafar, Maniak Motor kutip dari Crash.

“Mungkin butuh waktu berbulan-bulan untuk mengejar ketinggalan,” sambungnya dalam kesempatan yang sama.

Lebih lanjutnya, komentator asal New Zealand tersebut, juga paparkan bahwa pabrikan Jepang secara umum tertinggal di dalam bidang elektronik dari motor itu sendiri.  Namun, kembali ke hal yang bagi doi sama pentingnya, semua kembali ke trek.

Melihat maslaah tesebut, kita bisa mempertimbangkan faktor lain yang sama pentingnya untuk diperhatikan oleh tim setiap pabrikan. Apa aja tuh bro? Ya tentunya kondisi dan gimana penguasaan trek yang berbeda serta bagaimana tim perlu lebih mendengarkan masukan dari para pembalap demi pengembangan kuda besi yang baik. Keduanya, memungkinkan kesempatan supaya para pembalap bisa menebus waktu “lebih cepat”.

Masih nyambung dengan bahasan, Luca Marini selaku pembalap anyar dari Repsol Honda, ungkapkan bahwa doi pun turut merasakan kemajuan dari motor bawaannya tersebut. Meski begitu, adik tiri dari Valentino Rossi ini juga bilang, Honda cukup pertahanan kemajuan sesuai treknya sendiri, alias jangan terlalu ctrl c + v dengan dominasi Ducati di status quo.

Joan Mir, pembalap yang juga setim dengan Marini ekspresikan rasa terkejutnya melihat perkembangan Honda bila dibandingkan dengan musim lalu. MotoGP 2023 dengan kuda besi Honda, adalah bagaikan mimpi buruk yang berkepanjangan.

“Saya merasa nyaman. Saya datang dengan ekspektasi rendah. Tahun lalu sangat, sangat sulit untuk tetap mengendarai motor. Saya terkejut. Kami telah mengambil langkah maju yang tepat,” ucap sang Juara Dunia MotoGP 2023 tersebut.

Tak ketinggalan, pembalap andalan Yamaha, Fabio Quartararo sekalipun juga bilang hal yang kurang lebih sama. Kemajuan Yamaha sungguh tak dapat dipungkiri dan doi cukup senang dengan hal itu. Namun, balik lagi, Quartararo realistis dengan keadaan saat ini, Yamaha masih belum pas dengan slogannya, masih belum jadi yang terdepan. Waduh.

Diva