nhk

Bodisa Grasstrack 2021: Ardiansyah Tercepat di Kelas FFA Dengan Knalpot Proliner di Motor KLX-nya!

Maniakmotor – Gelaran event balap Grasstrack Bodisa Championship seri ke-2 yang berlangsung di sirkuit permanen Water Training TNU-AU Cicangkal, Rumpin, Bogor, Jabar, akhir pekan lalu menjadi lanjutan event di masa pandemi. Karena itu untuk panitia lebih ketat dalam menjalankan protokol kesehatan.

Semua crew mekanik juga para crosser dan penonton wajib menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. “Pihak penyelenggara sangat ketat memberlakukan itu. Kita harus mengikuti aturan pemerintah,” ucap Tegas H. Baharudin selaku promotor event.

Sekitar 100 crosser berpartisipasi dalam kompetisi kali ini, kelas yang dilombakan juga banyak. Dari sekian kelas yang digelar, ada beberapa kelas yang boleh dikatakan ‘berat’ seperti kelas FFA Jabodetabek dan Banten, juga kelas FFA Non BU (built up) Open, menjadi tontonan yang menarik karena dikelas ini merupakan kelas bergengsi.

Laporan pandangan mata yang menarik pada event kali ini ada di kelas FFA Jabodetabek & Banten. Kelas yang boleh dikatakan paling seru, karena para crosser berprestasi dari wilayah Jabodetabek dan Banten semuanya turun untuk merebutkan gelar juara.

Ardiansyah yang selama ini membela tim balap garuk tanah Aulia Bike AJM Arotech Makelar 14 Ofox juga turun dikelas ini. Begitu pula dengan crosser andalan tim PT Babaus 18 Berkah PTPT, Bima TB, ikut turun pula dikelas tersebut.

Rival Fatur crosser milik tim Dhoell Speed HS Project juga ikut ambil bagian dikelas tersebut, dan masih banyak lagi nama-nama crosser andalan masing-masing tim balap garuk tanah yang ada di wilayah Jabodetabek dan Banten, yang hampir semuanya turun dikelas ini.

Suasana balapan dari pinggir lapangan

Kembali Ardiansyah melakukan aksinya dikelas ini, membuat mata para pononton terpana. Dari awal start, kuda besi pacu Ardiansyah yang masih menunggangi Kawasaki KLX sudah melesat paling depan. Hingga pada lap (putaran) ke 5 dari 10 lap yang harus diselesaikan para crosser yang turun di kelas FFA Jabodetabek & Banten. Ardiansyah memposisikan dirinya paling depan, dibuntuti terus oleh Bima TB.

Aksi kejar-kejaran antara Ardiansyah dan Bima TB, membuat penonton berteriak histeris memberikan support kepada kedua crosser tadi. Tapi mamasuki lap ke 7 hingga finish, ternyata Ardiansyah tetap lebih unggul. Bahkan jarak antara Ardiansyah dan Bima TB jauh sekali. “Larinya motor Ardiansyah seperti kuda liar, kenceng sekali,” ucap salah satu pononton di pinggir sirkuit yang dari tadi teriak-teriak memberikan support kepada Ardiansyah.

Usut punya usut. Kegesitan larinya motor garuk tanah Ardiansyah yang menunggangi Kawasaki KLX tadi. Selain karena power engine-nya yang mumpungi, garapan Boim dari mekanik Bengkel Arotech, Tangerang. Untuk gas buang atau knalpotnya ternyata memakai produk Proliner.

Ardianysah dengan pihak PT.N1

“Iya betul untuk knalpotnya saya percayakan pada Proliner. Ini knalpot Proliner yang khusus buat support tim balap. Tapi model baru Proliner XR-1 yang khsusus buat motor trail, saya juga sudah memakainya tapi di motor yang satunya. Khusus nanti untuk turun di kejuaraan grasstrack PorProv 2022. Saya yakin, kalau motor Kawasaki KLX yang di tunggangi Ardiansyah memakai model terbaru dari Proliner yaitu XR-1, pasti saya jamin larinya lebih gila lagi,” yakin Boim dengan tersenyum.

Boim juga menjelaskan secara teknis. Kalau knalpot proliner yang di riset oleh pabriknya khusus buat balap garuk tanah. Karakter tenaganya padat di bawah, sangat cocok buat trek yang butuh power cepat untuk putaran bawah.

“Tenaga mulai dari gigi 1,2 dan 3 sangat terisi. Hingga tarikan gasnya bisa memaksimalkan motor buat berlari kencang. tapi jangan salah, untuk putaran atasnyapun juga maksimal powernya buat trek yang jarak tikungannya jauh-jauh,” ungkap Boim yang sudah banyak mengoprek mesin motor trail buat kompetisi.

Sekilas info. Ardiansyah sendiri sudah dipersiapkan oleh IMI Tangsel untuk menjadi atlet crosser yang nantinya akan turun di event PorProv (Pekan Olah Raga Provinsi) 2022. Semua itu selain dilihat dari catatan prestasinya yang menonjol, juga karena skill dan fisiknya sangat mendukung.

Seperti pada gelaran event Bodisa Grasstrack Championship seri ke 2 ini. Ardiansyah tampil dengan maksimal terutama untuk kelas FFA Jabodetabek & Banten. Terlihat skillnya dalam manaklukkan halang rintang sirkuit yang mempunyai 17 tikungan, 6 table top (gundukan tanah tinggi) buat jumping, dan 1 lomba-lomba yang menjadi trek terberat untuk sirkuit khusus grasstrack di wilayah Jabodetabek dan Banten.

”Trek disini cukup berat juga, karena jarak tikungannya pendek-pendek jadi sangat menguras tenaga. Selain itu crosser harus pandai dalam memainkan perpindahn gigi porseneling,“ ungkap crosser dengan nomor start 57 dan merasa puas dengan prestasi yang dicapainya dalam event kali ini.

Press Rilis Proliner

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/customer/www/maniakmotor.com/public_html/wp-content/themes/Newspaper/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353