Bukan Motornya 1 Pembalap Kayak Yamaha, Luca Marini Ungkap Rahasia Ducati Bisa Dikendarai Semua Pembalap!

    Maniakmotor – Setelah podium perdana yang diraih teammatenya Marco Bezzechi, anak didik VR46 Luca Marini beberkan alasan mengapa Ducati Desmosedici yang saat ini merupakan motor yang mudah untuk di tunggangi dan paling cocok untuk pembalap rookie sepertinya yang baru naik ke MotoGP.

    Bukan adik dari Rossi Luca Marini yang mendatangkan podium bagi tim keluarga Mooney VR46 di MotoGP seri Assen kemarin, tetapi Marco Bezzechi yang potensi aslinya terbangunkan dengan podium ke-2, pada seri sebelum istirahat musim panas eropa itu.

    Marini, yang kesulitan akibat sayap winglet kanannya copot, harus finish di posisi ke-17, namun dengan begitu doi tidak lupa memuji performa teammatenya.

    Selain itu kemenangan Francesco Bagnaia pada seri Assen yang lalu ternyata juga menjadi kemenangan bagi pabrikan Ducati pertama kali semenjak juara milik Casey Stoner pada tahun 2008. Artinya  Ducati puasa kemenangan 14 tahun pada sirkuit tersebut. Jelas pertanda perkembangan bagi Desmosedici.

    Untuk Luca Marini sendiri, musim 2022 ini merupakan musim rookie atau musim pertamanya di kelas MotoGP dengan motor Ducati, sama juga dengan Marco Bezzechi teammatenya. Bagaimana pandangan Luca Marini sebagai rookie terhadap kecocokan  atau kemudahan adaptasi motor Ducati untuk para rookie sepertinya yang baru naik ke MotoGP yang seringkali susah adaptasi dengan motor MotoGP, seperti Darryn Binder, Raul Fernandez, atau Remy Gardner?

    Malah Yamaha yang tadinya dianggap menjadi motor paling mudah untuk Rookie, menjadi sulit dibawa seperti yang kita lihat dari Darryn Binder dan Andrea Dovizioso.

    Setelah berfikir sebentar Marinipun menjawab pertanyaan yang dilontarkan wartawan speedweek tersebut.

    ”Yang saya dapat katakan di Ducati, adalah menakjubkan bagaimana setiap set-up pembalap yang berbeda dapat bekerja dengan baik. Contohnya jika anda membandingkan motor saya dengan Pecco, sangat berbeda, atau bandingkan dengan motor Zarco juga sangat berbeda. Intinya setiap pembalap di Ducati memiliki motor dengan settingan mereka sendiri, sesuai masukan dan input mereka sendiri yang jelas berbeda dengan satu sama lain, dan terbukti semuanya dapat melaju kencang,” kata Luca Marini.

    “Sebagai perbandingan, sepertinya di pabrikan lain seperti Yamaha motor hanya berjalan satu arah. Artinya semua motor mengikuti settingan pembalap yang terkencang seperti Fabio Quartararo, ini mirip dengan Honda pada masa Marc Marquez dulu, atau Ducati dengan Stoner,” ujar Luca Marini yang menganalisa perbedaan Ducati dengan pabrikan lain.

    Dari perspektif Marini, tentu hal tersebut belum tentu salah, karena dengan begitu pembalap terkencang pabrikan tersebut, seperti Quartararo dapat menghasilkan performa maksimal, dan dengan begitu dapat juara lebih sering, walaupun pembalap lainnya harus mengikuti settingan dan kemauan motor.

    Yang jelas Marini senang bisa berada di pabrikan yang mendengar masukannya dan menyesuaikan motor dengan kebutuhan dan gaya balap pembalapnya. Doi mengatakan masih banyak potensi motornya yang belum dikeluarkan dan optimis dapat raih hasil bagus pada paruh musim yang akan datang.

    BONE

    BACA JUGA

    WSBK Inggris, Redding Percaya Bisa Ungguli Toprak dan Rea di Donington Park? Sebut BMW Punya Senjata Rahasia

    Sirkuit Losail Qatar Makin Hedon, Begini Perubahannya!