Cuan! Regulasi Oneprix 2024 Pengaruhi Ongkos Mekanik? GDT Racing Kasih Pilihan Paket Hemat Maupun Proper dari Elektronik Sampai Kaki-kaki

Maniakmotor – Alasan Regulasi Kejurnas Oneprix 2024 selalu jadi sorotan, ya karena berakar dari uang. Namanya uang bisa bikin semua urusan berantakan deh. Mau pertemanan kek, percintaan, usaha, karir, hingga mesin duniawi. Bahkan, masalah fulus ini bisa mempengaruhi RPM, kwkwkw.

Balap juga duit sih. Tapi bakal berbeda misalnya menggunakan pembatasan limitter 14.500 RPM. Niscaya aturan itu ditetapkan tentu saja menurut mekanik GDT Racing, Widya Krida Laksana alias Gendut bakalan ada cost yang berkurang.

Bukan berarti beda modal awal, alias ongkos riset mesin yang berubah. Makanya di sini mau diterangkan daripada menebak-nebak, kebetulan Gendut juga selalu ramah untuk berdiskusi dengan wartawan.

Ngomongin uang, doi juga sembari tersenyum, apalagi mengenai biaya mesin Mx King di kelas Expert walaupun ada pengubahan limitter itu.

“Ongkos awal membuat mesin di saya itu paling mahal ada pada angka Rp150juta. Itu lengkap dari mesin, elektronik dengan Aracer satu paket, sampai dengan Kaki-Kaki yang dipasok Brembo,” tutur Gendut menjabarkan.

“Nah di 2024 yang perkiraan saya bakal berbeda ada pada ongkos maintenance. Kemarin saya sudah coba pakai blok silinder standard di kelas Novice dengan 14.000 RPM, nih masih awet,” kata Gendut sembari menunjukkan Blok Silindernya.

Blok Mx King Standard, kuat 150 Lap dengan Limitter 14.000 RPM

Bro bisa lihat sendiri tuh blok Mx King Standard yang dipakai 150 putaran. Belum ada yang kegerus atau ngegentong, tentu masih layak untuk dipakai kembali.

Balik ke rincian biaya untuk membuat sebuah Mx King Expert di Oneprix 2024. Gendut juga membicarakan pilihan elektronik dan kaki-kaki yang lebih murce, istilah katanya: dana pelajar.

“Sebenarnya yang membuat mahal ongkos membuat satu motor balap itu lebih ke elektronik dan kaki-kaki. Itu sih di saya juga ada paket hematnya kalu mau menanggung resiko,” ujar Gendut membeberkan.

“Kalau mau mahal tapi enak, jelas pakai Aracer itu udah terpercaya untuk MP1. Tapi kalau siap nanggung resiko, ya boleh saja pakai BRT yang harganya jauh,” kata Gendut.

Kan tahu Aracer mengandalkan system close loop melalui sensor Narrow Band O2 (NB02) AF1 aRacer. Sistem itu antisipasi perubahan AFR.

“Misal awalnya kita set AFR 13,5 tapi kemudian terjadi perubahan cuaca yang tidak menentu AFR berubah jadi 14. Dengan close loop dia akan otomatis kejar 13,5 lagi dan mesin tetap akan bertenaga,” bilang Gendut yang memasok Aracer  dari Ultraspeed distribur aRacer.

Sementara untuk BRT sensor Lambda alias O2nya saja berbeda letak. Kalau kata Gendut biasanya cenderung agak jauh dari titik Porting Exhaust Ke pipa pembuangan alias knalpot.

“Makanya sensor Lambda cenderung mudah terpengaruh udara oksigen luar. Jadi data yang terbaca malah bisa lebih kering, otomatis mesin juga kurang begitu responsif dalam memberikan tenaga,” sambung Gendut.

Pilihannya untuk paket yang lebih murah ada pada Rp125 juta. Itu tetap memakai Aracer dan Sensor AF1nya. Hanya saja Race panel, Race modul, hingga data logger dan teman-temannya yang tidak terpasang.

“Kami-kaki juga yang lebih bermasyarakat, sebenarnya kan master rem R25 misalnya juga cukup. Jadi kaliper bukan Brembo seperti pada motor-motor di spek Rp150 juta tadi,” ucap Gendut.

MX King korekan Widya Krida Laksana from GDT Racing jadi salah satu ancaman serius di Oneprix dan Motoprix (MP) musim 2024 ini. Bukan asal ngecap, walaupun kecap itu manis dan asin, tapi memang ampuh mandraguna di musim 2023 lalu.

Dari kelas Beginner hingga Expert, Mx King garapannya unjuk gigi dalam lima besar. Gak perlu kaget kalau ada empat tim kembali yang menggunakan korekan GDT alias Gendut. GDT ini base camp-nya di Sleman Yogyakarta.

Kembali mengenai regulasi Oneprix 2024 tentang limitter, artinya ini membuka peluang untuk tim-tim pemula unjuk gigi. Apalagi biaya maintenance bisa berkurang.

Sebenarnya kan itu tujuannya, jadi enggak melulu soal duit yang mampu bayar teknologi mesin. Dengan begini skill pembalapnya yang muncul.

Walau tentu masih banyak di bagian lain yang agak berat juga, terutama soal fulus Dp Joki Rp 50 juta itu. Ya kan masih dipelajari, kita tunggu kelanjutannya.

RAIDER