Data Mapping Sekarang Bisa Dibaca AI, Contek Ilmunya Ducati Lenovo!

Maniak Motor – Nyetting motor ternyata udah bisa pakai AI. Bukan cuma bantuin tugas sekolah bro, tuh buat baca data logger dan mapping yang lebih maksimal kini Artificial Intelligence nyatanya digunakan oleh tim Ducati Motogp.

Wadudu, makin canggih dan gak kepikiran bisa sejauh ini sih. Bayangin kalau dipakai bisa buat dipakai setting Mx King dan Honda GTR di Kejurnas.

Apa enggak tambah ngacir lagi, kendati udah ada ditambah batasan RPM. Tuh, AI yang dikembangkan oleh sponsor utama dari tim Ducati MotoGP ini, Lenovo, merupakan salah satu inovasi teknologi tercanggih dalam sejarah permekanikan duniawi.

Hal ini selaras dengan apa yang dikatakan oleh Luca Rossi selaku Presiden Intelligent Devices Group bahwa, ditengah persaingan antar tim yang ketat, Tim Ducati bersama Lenovo berkomitmen mengupayakan teknologi inovatif untuk meningkatkan performa balap.

Dengan teknologi AI yang dikembangkan oleh tim Ducati MotoGP ini, sekitar 100 GB data diambil delapan Desmosidici GP yang ada di setiap lintasan sirkuit.

Data dengan muatan fantastis tersebut lah yang akan menyulap data menjadi informasi yang berguna bagi mekanik maupun pembalap.

Lebih jelasnya, data tersebut dijadikan sebagai sebuah komparansi dari yang terekam oleh teknologi dengan apa yang dirasakan oleh pembalap realtime di lapangan. Mekanik pun dapat mengevaluasi settingan motor yang ada dari informasi yang dihasilkan teknologi AI tersebut.

Tak hanya penyulap data menjadi informasi berguna, Lenovo dikabarkan juga sedang mengembangkan robot yang bisa berkendara secara otomatis untuk memetakan kondisi terbaru dari lintasan balap.

Robot self driving tersebut memiliki spesifikasi berupa sensor inersia dan optik, nantinya dapat berkeliling di sirkuit sebelum sesi balap dimulai.

Gunanya bagi Tim Ducati adalah untuk memperoleh salinan digital yang sepersis mungkin dengan kondisi real di sirkuit.

Robot canggih berteknologi AI ini berkemampuam untuk merekam data sampai 200 GB dengan total 2,6 juta titik data per detik (255 MB/second). Sensor yang digunakan adalah LiDAR (Light Detection and Ranging).

Data yang disulap oleh robot ini tidak hanya digunakan oleh mekanik yang di sirkuit, tetapi juga di Remote Garage yang memungkinkan mekanik mengaplikasikan informasi di pabrik secara real time. Sebuah kolaborasi inovatif dan efisien antar mekanik di sirkuit pun di pabrik, supaya memproduksi settingan Ducati yang semakin gacor.

Apakah ini akan menjadi salah satu gelombang awal dari dominasi penggunaan teknologi AI di kancah perbalapan dunia? Kita pantau saja ya bro, hehe.

-Diva-