Dongkrak Tenaga! Begini Cara Menentukan Panjang Velocity Stack

ManiakMotor.com – Tahu velocity stack? Itu lho, alat berbentuk terompet dipasang pada moncong karburator (throttle body).

Fungsinya,  untuk membantu mengatur pola pemasukan udara di intake. Velocity stacks bekerja membuat air flow makin searah saat memasuki throttle body.

Efeknya nambah tenaga ketika udara yang masuk ke karburator tidak terturbulensi alias mbulet. Tapi itu juga tergantung panjangnya lagi, yang pasti berpengaruh pada karakteristik motor.

Makin panjang velocity Stack maka akan makin dapat di bagian torsi. Sementara hp akan berkurang.

Begitu pula sebaliknya, makin pendek, maka tenaga atas alias HP akan bertambah. Tinggal bro sendiri yang mencocokkan.

“Velocity menjadi semakin teratur dan searah, semakin memadati ruangan. Respon gas semakin terasa baik ketika mesin semakin padat,” terang Swegah Dokoh dari RAT Motorsport di Jln. Juanda, Sidoarjo, Jatim.

Tujuan pasang velocity stack bukan untuk meningkatkan kecepatan udara, namun lebih supaya udara tidak saling bertabrakan sebelum menghadap ke karburator.

Sehingga bisa mendapatkan sinyal bahan bakar yang konsisten. Mesin motor injeksi modern akan lebih terasa penambahan tenaga di rpm tinggi sekitar  5-10 % dengan pemasangan velocity stack open air system.

Untuk mengatur aliran udara supaya masuk dengan cepat dan terarah, biasanya para tuner motor balap menggunakan velocity stack pada moncong throttle body ataupun karburatornya.