Gagal Lepas Heat 2! Ini Saran Ko Hans untuk Event Drag Bike 2024, Kasih Batas Waktu dan Diskualifikasi?

Ko Hans (kiri) dan Bos Kabel Setan, Ko Indra (kanan)

Maniakmotor.com – Urusan heat dalam Drag Bike, sebenarnya sejak lama sering diperdebatkan. Dulu di tahun 2016 misalnya, banyak yang protes karena setelah heat 2, time dibagi dua. Alias diambil rata-rata aje bestie.

Kali ini di IDC 2024, yang jadi masalah justru berbeda. Tahu sendiri di Seri 1 IDC, 23-24 Maret 2024 kemarin, di beberapa kelas, Heat 2 tadi enggak bisa ‘lepas’ alias terlaksana.

Makanya Ko Hans yang mewakili Tekno Tuner buka pendapat sekaligus memberikan saran. Judulnya, sebut saja ‘usul dan saran setelah usai lomba’. Di bangsa yang merdeka ini, usul dan saran Itu bagian dari kemerdekaan setiap warga, ya gak bro, hehe.

Menurut Ko Hans yang bermarkas di Jakarta Pusat itu, urusan heat ini sebenarnya tinggal atur masalah waktu. Maksudnya, semua pihak harus mau bekerja sama.

“Masalahnya, budaya kita kan pada tunggu-tungguan. Biasanya malah jadi ajang saling menonton antar tim. Tunggu yang sana lepas, baru masuk waiting zone. Harusnya enggak seperti itu,” tutur Hans yang ditemui portal ini selesai acara di Wonosari, Yogyakarta, 24 Maret 2024 lalu.

“Jadi kalau menurut saya, kenapa enggak dikasih waktu maksimal aja untuk masuk waiting zone. Misalnya paling lama 20 menit. Kalau lebih dari itu, ya harus terima dinyatakan gugur,” lanjut Hans.

Setelah diajak ngobrol, Ko Hans disamperi fansnya untuk berfoto

Menurutnya kalau sistem sedemikian rupa dijalankan, walhasil heat 2 juga berjalan mulus. Seengaknya jalan bro, jangan sampai enggak, gitu lho, hehe.

Ya, memang kalau urusan waktu ini, sebenarnya bisa juga belajar dari event-event Kejurnas Road Race. Selalu ada batas waktu panggilan, dan kalau melebihi batas itu, maka joki dan tim sudah tak boleh masuk waiting zone.

Bahkan sistem seperti ini juga sudah diterapkan pada beberapa event club. Seperti yang sering dijumpai portal ini, misalnya pada event kecil di Sentul bro. Batasan waktu itu selalu ada, dan tim sudah tak bisa protes kalau memang terlambat.

Bisa panjang kalau ngomong waktu tunggu-menunggu ini. Bahkan kalau diterapkan, sebenarnya tim-tim Drag bike nasional, juga bisa terbiasa dengan sistem di balap internasional.

Sehingga, boleh dong jadi masukkan untuk memajukan balap di Indonesia. Kalau menurut kamu, gimana tuh bestie?

RAIDER