Joan Mir Masih Hampa Kontrak untuk 2023, Terancam Ditendang dari MotoGP!

    Maniakmotor – Rumor menyebutkan bahwa kursi Joan Mir untuk 2023 aman terkendali, usai beberapa pihak menyebutkan sang juara dunia 2020 sudah berbicara dengan Yamaha maupun Honda.

    Namun sebaliknya disebutkan manajer pribadi Joan Mir, Paco Sanchez dalam pernyataan terbarunya.

    Sebagaimana ketika ditanyakan Simon Patterson, yakni jurnalis senior MotoGP yang sering keliling lapangan, hal ini tidak benar apa adanya. Jangankan dekat, berbicara aja dengan tim-tim selain Suzuki belum.

    Pasalnya, sebelum ada kabar akan hengkang dari MotoGP di tahun 2023, Suzuki dan Joan Mir sudah 99 persen akan menjalankan kontrak baru.

    Karena kepastian tersebut, pihak Joan Mir termasuk Paco Sanchez santai-santai dan tidak pernah membuat pergerakan kepada tim lain.

    “Rumor menyebutkan bahwa kami sudah menghubungi Yamaha atau Honda pasca hengkangnya Suzuki dari MotoGP. Nyatanya, akhir pekan di Le Mans, Perancis nanti jadi pertama kalinya kami berbicara ke pihak selain Suzuki,” tutur Paco Sanchesz, kepada Speedweek.

    Suzuki yang dengan tiba-tiba membuat pernyataan ini sendiri tidak memberikan tanggung jawab sama sekali. Istilahnya kalau jual beli motor, ya seenggaknya ada over credit.

    Namun pil pahit untuk Joan Mir dan manajemennya, bahwa mereka harus mengurus sendiri seluruh kontrak dari 0.

    “Saya tidak dapat konfirmasi sama sekali dari salah satu pihak yang bertanggung jawab di dalam tim tersebut. Tentunya dengan kaget kami akan mencoba membuat deal secepatnya, karena posisi Joan Mir sekarang sangat terancam di MotoGP,” ujar Paco Sanchez.

    Nggak berhenti pada karier Joan Mir yang dikhawatirkan akan berhenti, namun lebih dari 1 orang. Yakni seluruh karyawan dan anggota tim Suzuki Ecstar yang menjadi bagian dari tim Paco Sanchez dan Joan Mir.

    “Mereka adalah orang-orang super profesional yang tentu memberikan seluruh hidup dan keringatnya di olahraga ini. Saya hanya harap yang terbaik untuk kami semua dan tentunya mereka,” kata Paco Sanchez berharap banyak.

    Mengomentari hal ini dari sudut pandang pribadi Paco Sanchez sendiri menilai manajemen Suzuki melakukan sebuah hal yang kurang profesional.

    Pasalnya tidak ada pemberitahuan sebelumnya, dan semua  orang yang berada di dalam Suzuki Ecstar benar-benar tidak akan peristiwa semacam ini.

    Namun perlu diketahui bahwa baru-baru ini pabrik Suzuki juga telah digerebek oleh kejaksaan Franfkurt usai menyalahi aturan Emisi Euro 4 atau NOx yang bertujuan mengurangi kotoran dari gas buang kendaraan.

    Suzuki harus menanggung denda hingga ratusan juta euro, yang tentu memberatkan secara ekonomi kepada tim asal Negeri Samurai, Jepang tersebut.

    Raider

    BACA JUGA 

    Sudah ada Pengganti, Boscoscuro Jelaskan Hengkangnya Fenati, Bukan Karena Slengean! Tapi?