Knalpot Racing Disuruh Gak Berisik? Gak Semua Mau Buat Knalpot Standar SNI Lah! Ini Alasan dari X1 Speed Racing

Maniakmotor.com – Kalau ada regulasi, pasti ada angka jelasnya. Ngomong knalpot juga sama bro. Itu bisa diukur dari angka Desibel Knalpot yang ditetapkan. Tapi kan suara itu juga mempengaruhi karakter mesin.

Makanya pasti gak akan bisa diterapkan ke semua produk. Apalagi knalpot Racing yang  mengejar performa mesin. Kan yang dicari itu Free Flow dari gas buang mesin, bestie.

“Terutama untuk X1 Speed Racing ini, kita buat knalpot yang benar-benar plong. Bukan modelan knalpot standar Racing yang ada penyekatan. Iya enggak memakai katalisator atau baffle lah, mana keluar tenaganya,” ujar Rizqi, owner produsen knalpot Racing Purbalingga, X1 Speed Racing.

“Itu market kami, yang membelinya juga rata-rata memang pengen punya motor ngacir. Sebagian malah ada yang mencari suara besarnya itu. Ya ala-ala Racing, padahal mesin standar ting-ting mas,” sambung Rizqi.

Rupanya urusan market ini juga cukup menarik untuk di bahas bro. Menurut Rizqi, beberapa kostumernya bahkan tak peduli bila tertilang.

Kembali lagi ke performa Knalpot Racing yang menambah tenaga motor. Kan dengan mengganti pipa pembuangan dari motor itu saja, tahu sendiri tenaga motor bisa terdongkrak seberapa besar.

“Biasanya udah pakai knalpot Racing yang Peak powernya berubah. Settingan mesin misalnya juga sudah Bore up, atau minimal sudah porting dan main noken. Pastilah cari knalpot Racing yang plong mas,” tuturnya.

“Disuruh pakai knalpot standar Racing yang punya desibel kecil, ya gak masuk. Bisa saja dipaksakan, tapi malah tidak maksimal dan jadi rugi untuk pemilik motornya. Kecuali sesuai standar SNI itu boleh plong dan suara tetap keluar, bisa dipertimbangkan,” lanjutnya.

Adapun menurut beberapa sumber, batas desibel knalpot SNI untuk motor berkapasitas 80-175 cc punya maksimal kebisingannya 80 dB. Sementara untuk motor di atas 175 cc batas maksimalnya 83 dB.

 

RAIDER