Komentar Dani Pedrosa Soal Kemajuan Teknologi MotoGP: Setiap Pabrikan Justru Semakin Sulit Dibedakan?

Maniakmotor.com — Joki pensiunan yang dahulunya bersama tim Repsol Honda dengan 31 kemenangan MotoGP, Dani Pedrosa, kini menjadi tester KTM di tahun ini. Doi berkomentar soal evolusi teknologi di MotoGP yang semakin menggila selama beberapa tahun ini, seperti yang kini menjadi fokus semua pabrikan yakni aspek aerodinamis. Bagi Pedrosa, ini adalah sebuah bahasan yang penting, kenapa gitu?

Bagi Pedrosa, dengan adanya kemajuan teknologi pada kuda besi MotoGP 2024, para pembalap kini lebih terfokus pada bagaimana memaksimalkan penggunaan ban setiap saat

Perangkat pada motor seperti holeshot maupun  ride height device memungkinkan motor tidak memiliki terlalu banyak daya pada keluarannya. Ini artinya, motor meskipun semakin kencang dibawakan oleh para pembalap tetap terasa nyaman dan stabil.

Terjebak di zona nyaman. Hal tersebut, membuat pembalap dapat melepas kopling pada titik yang tepat sehingga memberikan akselerasi hampir penuh karena motor yang dikendarainya sendiri sudah mengontrol belokan. Kopling layaknya tidak berguna pada keseluruhan balap. Pun, para rider tidak perlu menurunkan gas dan menggunakan rem belakang untuk mengendalikan motor saat keluar tikungan.

“Semua pembalap layaknya dapat melakukan ini (mengendarai) dengan relatif mudah, karena teknologi pada motor yang banyak sekali melalukannya untuk pembalap itu sendiri,” kata puh sepuh asal spanyol itu dikutip dari GPone pada Sabtu, 17 November 2024.

“Kalau dahulu masih ada perbedaan jelas antara satu pembalap dengan pembalap lain sehingga terciptanya ruang yang bisa dimanfaatkan oleh pembalap lain sebagai rival,” ungkap doi lebih lanjut.

Teknologi yang semakin gacor seiring sejarah per-MotoGP-an duniawi, terutama pada pabrikan termaju saat ini, Ducati, bagi Pedrosa membuat adanya “kesetaraan” di sirkuit yang menjadikannya lebih sulit untuk membuat perbedaan, yap persis bahasan dari yang ada pad judul artikel ini. 

“Sekarang ini, pembalap hanya fokus memaksimalkan potensi yang dimiliki motornya, tapi tidak terlalu mengontrol apa yang bisa dilakukan sepedanya tanpa bantuan (teknologi) tersebut. Mereka yang selalu lebih siap atau ditakdirkan untuk menjadi yang terdepan, akan selalu dan dalam situasi apapun. Tapi, suka atau tidak, perbedaan yang ada justru bisa disamakan,” ucap Pedrosa semakin jelas.

Semakin canggih, semakin sulit dibedakan, alias semua motor setiap pabrikan di MotoGP 2024 seperti menjadi sama. Bahkan dari perbedaan yang ada sekalipun, kesamaan tetap masih bisa dilihat. Ya kurang lebih seperti itu, perspektif dari joki sesepuh satu ini.

Diva