KTM Mau Ikuti Ducati atau Aprilia, Tapi Winglet Bukan Sekedar ‘Cosplay Godzilla’! Harus Bikin Kencang, Bukan Pelan

    Maniakmotor – Jelas saja, KTM seperti Honda dan Yamaha yang dalam perkembangan aerodinamis cukup pelan dan tak banyak berubah di kala Ducati dan Aprilia mencoba banyak modifikasi aerodinamis.

    Ketika didesak tentang tuduhan ini, Pit Beirer juga tidak banyak mengelak dan mengiyakan bahwa pabrikannya saat ini tengah dalam kekurangan di bidang ‘angin-anginan’ itu.

    Makanya, baru-baru KTM menjalin kerja sama dengan tim Red Bull F1 yang sponsornya juga sama-sama banteng merah beradu asal Austria.

    Perlu diketahui, Red Bull Racing rupanya tak setengah-setengah masalah aerodinamis. Mereka punya 230 orang di bidang itu, dan pastinya menjadi alasan besar Red Bull F1 bisa mendominasi di musim F1 2021 dan 2022 ini di depan Mercedes serta F1.

    “Kerja sama ini dibutuhkan usai Ducati dan Aprilia datang membawa sistem aerodinamis. Orang-orang senang dan berkata: ‘Itu keren, Anda mendapatkan lebih banyak downforce, lebih banyak downforce, Anda bisa berakselerasi lebih baik’, itu adalah awalnya,” tuturnya.

    Tapi aerodinamis ini bukan hanya masalah keren-kerenan seperti pada awalnya. Ducati dan Aprilia melakukan sesuatu yang menambah kenyamanan dan kecepatan dari pengendara.

    Maksudnya, bukan hanya karena pengen keliatan seperti ‘Godzilla’ di belakang motor. Tapi bermanfaat tinggi di level balapan dunia seperti MotoGp yang meminta performa pada batas-batasnya.

    “Dia harus membantu Anda berakselerasi sehingga motor lebih ditekan ke jalan, dia harus membantu Anda mengerem agar roda belakang kembali ke tanah lebih cepat, dia harus mendukung Anda saat berbelok,” ujarnya.

    “Aerodinamika tidak boleh diterpa angin dengan kecepatan 300 km/jam sehingga kecepatan tertinggi Anda terganggu. Jadi ini lebih dari sekadar membangun dua atau tiga sayap di atas motor.┬áIni adalah pengembangan aero yang paling brutal dan berkualitas super tinggi,” pungkasnya.

    Raider

    BACA JUGA

    Hasil Race2 AP250 Ronde 4 Sepang 2022, Ke-3 Walau Kalah Motor, Aldy Sempat Salah Kira Garis Finis?