Moto2: Beda Dengan Moto3, Pedro Acosta Kapok Start Dari Belakang!

    Maniakmotor – Rookie Moto2 di tim KTM Ajo, Pedro Acosta diprediksi banyak orang bisa prodium di seri pertama Qatar, Losail 4-6 Maret 2022 lalu. Nyatanya, doski harus menelan pil pahit dan finish di posisi ke-12 setelah start dari grid ke-10.

    Padahal, juara dunia Moto3 2021 itu sangat terkenal dengan berbagai kejutannya. Termasuk, bisa juara walaupun start dari posisi paling belakang belakang di beberapa seri yang ada.

    Bahkan tahun lalu, doski memenangkan perlombaan setelah start dari pit lane karena penalty di seri Qatar, sirkuit yang sama seperti debutnya di Moto2 ini.

    Sebenarnya Pedro bisa selalu berada di dalam urutan enam besar dalam setiap sesi latihan bebas, mulai dari FP1 hingga FP3. Sayangnya, doski tidak bisa mempertahankan performa itu hingga di sesi Q2 alias kualifikasi ke-2.

    Dengan begitu, Pedro Acosta bisa belajar dari kesalahan dan mengerti mana yang harus diperbaiki pada penampilan selanjutnya. “Pastinya, start dari posisi grid belakang, sangat menghukummu di kelas Moto2,” sebut Pedro dengan menyesal.

    Artinya, Pedro kapok dan akan mencoba untuk tidak mengulanginya di seri – seri berikutnya. “Itu dimulai dari Indonesia nanti, kami akan mencoba untuk membenahi hal ini,” terang Pedro yang mau intropeksi pefromanya itu.

    Pedro Acosta Terjebak di rombongan belakang

    Walau begitu, Pedro tidak sepenuhnya menyesal dan tetap dapat memetik makna dari penampilan debutnya ini. “Kami masih punya banyak hal untuk dipelajari, dan tentunya untuk tetap bekerja demi peningkatan performa,” lanjut Pedro.

    “Kami mengakhiri akhir pekan ini dengan rasa manis dan pahit di mulut kami. Harus tetap senang karena kami masih bisa finish,” tambah Pedro yang ingin menunjukkan rasa bersyukurnya.

    Karena kalau hanya diambil dari sesi FP1 hingga FP3, dapat dibilang Pedro tampil dengan menarik dan baik sebagai seorang rookie yang melakukan debut. Di FP 1 doski bisa berada di urutan ke-6, FP2 ke-2, dan FP3 ke-3.

    Tentunya itu didapatkan dengan berbagai hal yang baik dari motor Pedr, “saya puas dengan bagaimana motor kami bereaksi. Dan sebenarnya kami juga punya kecepatan untuk menang, hanya kurang beruntung saja,” tutup Pedro dengan bangga.

    Pastina masih banyak yang berharap bisa melihat pemuda berumur 17 tahun itu bisa tampil lebih kompetitif. Bahkan sempat dikabarkan untuk langsung naik ke kelas MotoGP di tahun 2023 mendatang.

    Butuh bukti! Raider

    BACA JUGA

    RCB Dukung dan Sukseskan MotoGP Mandalika 2022, Jadi Sponsor Offical!

    Banyak Pakai Rem Belakang, Marc Canggung Pakai RC213V 2022, Motornya Pol Espargaro?