MotoGP: Cerita Lucu, Papa Graziano Menentang Rossi Saat Mau Pensiun, Harus Sampai Umur 46!

Maniakmotor – Valentino Rossi dan Graziano Rossi, adalah contoh nyata dari peribahasa “buah jatuh tidak jauh dari pohonnya”. Pasalnya, ayah sang juara dunia 9 kali itu juga merupakan pembalap yang boleh mendapatkan posisi ke-3 kejuaraan dunia, pada GP500 tahun 1979. Keren, dan pastinya menjadi idola Rossi untuk menjadi pembalap motor.

Rossi Graziano saat masih balapan

Ternyata bukan hanya keren, namun ayahnya juga orang yang kocak. Valentino Rossi sendiri mengakui seberapa besar pengaruh ayahnya dalam kehidupan balap motor miliknya. “Ayahku adalah pria yang aneh, dia tidak pernah normal dalam kehidupannya,” canda Rossi membuka wawancara saat ditanya kesan – kesan bersama Ayahnya.

Bagaimana tidak cinta balap motor, wong setiap ketemu itu aja yang dibahas. “Dia bukan ayah yang baik… Maksudku, kata ‘bermain’ dalam kamus kami bukan pergi ke taman atau bermain piano di rumah. Ayahku cenderung mengajak ‘ayo kita latihan dengan motor kecil ini’,” cerita Rossi dengan tersenyum – senyum.

Ini juga membuat Rossi teringat akan pertama kalinya ia berkendara di depan Graziano. “Dia selalu mengomentari bagaimana saya berkendara, ‘bukan seperti itu, kayak gini dong’ dan itu dia selalu katakan bahkan sampai saya berada di tim pabrikan seperti Yamaha di MotoGP, haha,” lanjut Rossi.

Rossi sendiri juga sempat ditentang saat mau pensiun di umur 42 tahun, pasalnya Graziano ingin Rossi terus membalap sampai umur 46 tahun. “Sialan, Graziano… Saya umur 42 sekarang dan saya telah mengemudi selama 25 tahun,” canda Rossi. Lalu ayahnya menjawab, “Tidak, kamu tidak boleh berhenti! Apa yang kamu ingin lakukan ketika kamu berhenti?,” tukas Graziano dengan prihatin.

Namun pensiun dari balap motor juga merupakan sesuatu yang diajarkan Graziano. “Ini menjadi langkah untuk tidak terlalu serius pada semua hal. Ada kalanya kita harus merelakan apa yang terjadi karena tidak semua hal ada di kendali kita. Saya belajar itu dari Graziano,” jelas Rossi.

Oh iya, jangan sampai lupakan ibu Rossi Stefania. Karena, bukan berarti ibunya adalah yang paling normal di rumah. “Ibuku juga tidak terlalu normal”, tukas Rossi tertawa. “Lantaran dia memiliki bagian besar hidup bersama Graziano, tentu saja dia tidak normal,” lanjut Rossi bercanda.

Bakat Rossi juga bukan datang hanya dari Graziano melainkan juga dari Stefania. Nah, salah satu bukti bakat Rossi datang dari Stefania adalah ketika ia melihat Luca Marini yang memiliki performa apik di balap motor. “Lantas saya berkata kepada Graziano, ‘jadi bakat itu berasal dari Stefania bukan dari Anda ya!”, Graziano menjawab,”enak aja”, tutup Rossi becanda.

Kkwkw, kocak abiez! MM

BACA JUGA