MotoGP: Dilema, Aleix Espargaro Kritik ‘Pengatur Ketinggian Otomatis Motor’ Temuan Ducati, Bahaya!

Maniakmotor – Aleix Espargaro adalah salah satu pembalap yang tahun ini paling senior di kelas MotoGP. Punya pengalaman dari tahun 2009, namun doski jarang – jarang ikutan dalam sebuah perdebatan atau konflik. Anteng – anteng aja jadi pembalap, enggak ada yang benci sampai ada haters yang banyak.

Meskipun begitu, kali ini dia tidak bisa tinggal diam saat berbicara tentang pengatur ketinggan motor otomatis, atau trim leveler yang makin marak di antara banyak pabrikan. Termasuk motornya sendiri yang juga sudah memakai teknologi tersebut di musim MotoGP 2022 ini.

Temuan ini sebenarnya punya Ducati, atau sosok yang sering dipuji – puji Gigi Dall’Igna. Oleh karena itu, kritikan atas teknologi tersebut dari Aleix, secara tidak langsung sampai kepada telinga Gigi. Mungkin enggak ditujukan secara langsung, tapi Gigi otomatis jadi mengelak bahkan menangkis.

Aleix tegas dan enggak neko – neko saat mengkritik. “Saya tidak suka perangkat ini, karena tujuan kami sekarang adalah bisa lebih dari testing semata. Saya kira alat ini masih bisa error, serta mengalihkan perhatian pembalap. Apalagi setiap tikungan kami harus mencoba pencet tombol ini, saya mau bilang bahaya, tapi tentu yang paling punya kendali menyebut bahaya adalah race director,” tutur Aleix dengan sedikit prihatin.

Gigi Dall’Igna (kanan)

Tentunya Gigi Dall’Igna kupingnya langsung gatal dan otomatis menangkis kritikan itu. “Kalau bisa dibandingkan, pembalap F1 lebih banyak menekan tombol – tombol. Tentu pengendara harus fokus saat berkendara di atas motor, tapi saya pikir masih ada ruang di atas motor untuk para pembalap. Sampai saat ini pun, pembalap kami tidak ada yang mengkritik atau keberatan dengan teknologi tersebut,” bantah Gigi dengan tegas.

Tentu saja jalan tengah buat Aprilia, itu adalah perkembangan teknologi yang bisa membantu para pembalap semakin cepat. “Ducati sudah pakai, dan oleh karena itu kami dan semua orang harus memakainya. Namun dari sudut pandang saya, tidak begitu banyak hal bisa didapatkan dari alat tersebut,” lanjut Aleix dengan kritis.

Sebenarnya kritik Aleix Espargaro masuk akal, tapi mengingat Aleix juga menggunakan bahkan semakin kencang, buat pernyataannya cukup dilematis. Kritiknya seolah hanya belum merasa full aman aja dengan teknologi itu. Tapi pada akhirnya doski tetap pakai.

Hmm MM

BACA JUGA

MotoGP: Energi Baru Aprilia, Maverick Vinales Usahakan Juara Dunia!

Tes MotoGP Mandalika: Sandiaga Uno Bangga Tergelar, Tunggangi Ducati Desmosedici!