MotoGP: Diprotes Karena Automatic Leveller, Ducati; “Kami Muak”!

Maniakmotor – Automatic Leveller adalah teknologi baru yang kembali jadi trobosan Ducati di MotoGP. Alat ini membantu agar ban depan motor tidak mudah terangkat ketika berakselerasi.  Pembalap hanya perlu menekannya untuk menurunkan shock breaker depan saat masuk tikungan, pada keluar tikungan shock depan kembali ke ukuran normal.

Tentu aja banyak yang melihat dengan sebelah mata, mulai dari alasan regulasi, hingga fungsi yang cuma – cuma. KTM bahkan menyebutnya sebagai ‘teknologi zaman batu’, karena pada dasarnya di motor harian sudah memakai elektronik untuk hal semacam ini.

Tapi Ducati EGP, alias ‘emang gue pikirin’ dengan hal kritikan – kritikan itu. “Kami akan tetap menggunakannya dari awal musim di Doha nanti. Ini sangat memungkinkan di seluruh motor GP22,” tutur Paolo Ciabatti dengan wajah datar.

Paolo Ciabatti

Kritikan – kritikan itu sudah biasa di telinga para petinggi Ducati, bahkan sejak tahun 2016. “Ini datang ketika kami membuat motor yang baik pada aspek aerodinamis. Begitu juga pada winglet kami yang jadi pertama di MotoGP. 2019 juga begitu pada holeshot device kami,” cerita Ciabatti dengan nada sedikit kesal.

Pada akhirnya pabrikan lain yang memprotes juga ikut membuntuti Ducati, dan itu cukup membuat dilema untuk Ciabatti. “Kami selalu maju dalam penelitian sambil mengikuti regulasi yang berlaku. Mereka (pabrikan lain) menyadari akan ketertinggalan itu, dan alih – alih beradaptasi, mereka malah memprotes perkembangan ini,” tambah Ciabatti.

Ducati sendiri hanya mendiamkan, dan selalu berada dalam posisi bertahan tidak pernah menyerang kembali. “Kami pergi dan memaafkan, tapi kami muak dengan ini semua,” tutup Ciabatti.

Adu mekanik bos! Raider

BACA JUGA

MotoGP: Walau Nggak Dapat Jatah di M1 2022, Jake Dixon Dapat Pujian Manajer WithU!

WSBK: Dari V4 Ke Inline, Scott Redding Enggak Terbiasa Mesin Halus BMW!

MotoGP: Pol Espargaro Punya Bakat Selevel Marc Marquez, Tapi?