MotoGP: Hanya Jorge Martin, Pembalap Satelit Yang Menang Pada 2021! Apakah Teknologi MotoGP Rata?

Maniakmotor – Pergantian regulasi dan peraturan mesin pada berbagai era MotoGP menjadi musuh terbesar tim – tim Satelit yang memiliki dana minim untuk pengembangan. Misalnya perubahan 990CC ke 800CC yang lebih bergantung pada elektronik pada 2007, atau penggunaan mesin 1000CC kembali setelah tahun 2012.

Butuh beberapa waktu, hingga akhirnya sistem Ecu diperkenalkan pada tahun 2016. Dengan sistem ini, mulai bermunculan kembali pembalap satelit di podium teratas, seperti Jack Miller, atau Cal Crutchlow yang menang dua kali di musim yang sama.

Poin tertinggi indikator keberhasilan sistem ini adalah pada tahun 2020 lalu. Ketika lebih dari setengah perlombaan dimenangkan pembalap dari tim SRT Petronasm Fabio Quartararo, dan Franco Morbidelli yang akhirnya finish sebagai runner up juara dunia di belakang Joan Mir.

Sementara tahun ini tidak terlalu sukses untuk tim independen. Meskipun Johan Zarco sempat memimpin jalannya kejuaraan dunia, namun pemenang seri dari tim Independen hanya jatuh kepada Jorge Martin, yang juga membuat sebuah sejarah baru sebagai pembalap Ducati non-pabrikan pertama yang bisa dapat hasil tersebut.

Poncharal selaku bos tim Tech-3 yang juga manajer tim satelit juara dunia tahun 2001 beranggapan sudah ada ombak lagi ke arah penyeimbangan antara tim pabrikan dan tim satelit. “Terutama karena tim satelit sudah mulai sangat berkembang. Mengingat 10 tahun lalu para tim pabrikan hanya melihat kami sebagai beban.” Tukas Poncharal sambil bernostalgia.

Kala itu tim satelit dilihat sangat rendah menurutnya, “Tim Pabrikan seolah – olah berkata ‘kalian naikilah ini (motor lama), kami akan mengurus kejuaraan dunia’.” Tambah dirinya dengan sedikit tertawa sedih.

Menurutnya saat ini banyak yang berhasil berkembang, “Sekarang kami (para tim independen) telah memenangkan banyak perlombaan, Razlan Razali tahun lalu, tahun ini Paolo Ciabatti (Pramac), Luci dua tahun lalu (LCR). Kami bisa melihat hasil kerja nyata dari Dorna dan Irta yang dengan MSMA (Manufacturers Association) yang sangat produktif.” Terang Poncharal.

Poncahal dengan Tech-3 nya sendiri tahun ini sedikit kesusahan. Petrucci memiliki postur yang tidak cocok dengan tenaga Yamaha M1. Sementara itu Iker Lecuona tidak pernah menemukan set up terbaiknya, bahkan harus sering terjatuh hingga menjadi pembalap dengan daftar crash terbanyak tahun ini.

Raider

SATELLITE MOTOGP RACE WINS PER SEASON
YEARRACE WINSWINNING RIDERSTOP SATELLITE CHAMPIONSHIP POS.
20211Martin5th (Zarco, Pramac Ducati)
20208Quartararo, Morbidelli, Oliveira2nd (Morbidelli, SRT Yamaha)
2019005th (Quartararo, SRT Yamaha)
20181Crutchlow6th (Zarco, Tech3 Yamaha)
2017006th (Zarco, Tech3 Yamaha)
20163Crutchlow, Miller7th (Crutchlow, LCR Honda)
2015006th (Smith, Tech3 Yamaha)
2014006th (P. Espargaro, Tech3 Yamaha)
2013005th (Crutchlow, Tech3 Yamaha)
2012004th (Dovizioso, Tech3 Yamaha)
2011006th (Simoncelli, LCR Honda)
2010006th (Spies, Tech3 Yamaha)
2009005th (Edwards, Tech3 Yamaha)
2008005th (Dovizioso, JiR/Scot Honda)
2007005th (Melandri, Gresini Honda)
20064Melandri, Elias4th (Melandri, Gresini Honda)
20053Melandri, Barros2nd (Melandri, Gresini Honda)
20047Gibernau, Biaggi, Tamada2nd (Gibernau, Gresini Honda)
20036Gibernau, Biaggi2nd (Gibernau, Gresini Honda)
20022Barros4th (Barros, Pons Honda)

 

 

BACA JUGA

Motogp: Quartararo Hibur Hamilton Setelah Gagal Juara Dunia! Ingin Coba F1 Mercedes Benz Juga!

Razlan Razali Meminta Maaf Setelah ‘Tidak Sengaja’ Mengkritik Petronas!

Habis Oneprix, VND Juga Dukung Piala Presiden Sentul Besar 2021!

Rey Ratukore Pertahankan ‘Tradisi’ Podium! Raih Juara Umum Kelas MP1 Piala Presiden 2021!