MotoGP Qatar 2022: Quartararo, Mir, Marquez Sebut Holeshot Device Harus Dicabut, Bagnaia Biasa Aja!

Maniakmotor – Holeshot device melakukan debut di tahun 2018, atau yang kita kenal sekarang dengan ride heigh device saat ini. Seperti yang kita tahu, yang bawa Ducati, dan tentunya saat ini juga dikembangakan lagi oleh mereka.

Terakhir alat ini berkembang jadi ‘automatic leveller‘, alat yang bisa menurunkan shock breaker depan baik saat saat start, atau masuk tikungan. Tentunya perkembangan saat ini, membuat banyak pertentangan di dalam paddock. Baik yang mendukung hingga yang tidak setuju.

Dimulai dari tim kontra, ada Fabio Quartararo, juara dunia 2021 dari Yamaha. “Untuk saya itu menjadi terlalu berlebihan, di tahun 2019 kami hanya menekan launch control dan pergi. Tahun ini, sangat banyak yang harus di pencet, seperti menyalakan pesawat terbang,” terang pria dari Perancis itu.

Joan Mir juga mendukung argumen Fabio Quartararo, “saya dengan Fabio, alat ini mulai terlalu berlebihan. Mungkin kami bisa sampai 370km/jam sekarang, tapi di sisi keamanan, itu adalah suatu hal yang negatif,” dukung Mir dengan bijak.

Lebih ekstrem buat Marc Marquez sang juara dunia 8 kali itu, “untuk saya harus disingkirkan. Seperti yang saya bilang tahun lalu, menurut saya ini justru membuat prosedur start semakin sulit. Untuk pertunjukkan juga nggak menambah apa – apa, dan untuk motor harian juga nggak kepakai, pokoknya nggak ada gunanya,” terang Marc.

Di lain sisi, yang mendukung juga cukup banyak. Ada Francesco Bagnaia, Brad Binder, dan Maverick Vinales. “Menurut saya tinggal pencet – pencet tombol aja kok, nggak begitu masalah,” terang Bagania membela pabrikannya itu.

Brad Binder di satu tangan juga berkata demikian, “tentu saja di grid harus melakukan lebih banyak hal, dan untuk saya agak penting untuk tidak mengacaukan bagian itu. Realitanya, itu ada disana, dan tinggal dicari yang terbaik saja,” lanjut Binder.

Begitu pula untuk Maverick yang cenderung ada di sisi netral. “Saya kira nggak banyak yang perlu dibilang. Mungkin memang terlalu berlebihan dan terlalu banyak yang harus dipencet, dapi untuk akselerasi, ini sangat baik dan aman,” tutup Vinales yang bicara terakhir.

MM

BACA JUGA

MotoGP Losail 2022: Remy Gardner Bedakan Bawa Moto2 dan MotoGP di Losail!

MotoGP Losail 2022: Jack Miller Bicara Kontrak 2023 dan Konflik Rusia – Ukraina!

MotoGP Mandalika 2022: Alasan Aspal Nglotok dan Sirkuit Berdebu Terungkap!

MotoGP Mandalika 2022: Kabar Gembira, Pengaspalan Ulang Hampir Selesai!