MotoGP: Tinggi Badan 168CM, Justru Jadikan Jorge Martin ‘Raja Miring’!

Maniakmotor – Rookie Pramac Ducati 2021, Jorge Martin menjadi satu – satunya pembalap satelit Ducati yang pernah memenangkan balapan MotoGP. Bukan hanya itu, sang pembalap Spanyol tersebut juga jadi dikenal dengan salah satu pembalap yang memiliki gaya membalap paling ekstrem di MotoGP. Dimana doski sering memiringkan motornya lebih dari 60 derajat secara konstan.

Walaupun rekor sudut paling miring di MotoGP adalah milik Marc Marquez di angka 70 derajat, namun itu terjadi ketika ia hampir crash saat kehilangan traksi ban depan. Berbeda dengan Jorge Martin yang enggak hanya sekali sering melakukan ‘shoulder down’ alias sampai menurunkan bahu ke aspal, kemiringan ekstrem ini menjadi teknik ‘spesial’-nya dalam membawa motor.

Setelah dilihat kembali, tinggi badan juga sangat mempengaruhi hal ini. Dengan tinggi 168cm, doski harus lebih menggantung jauh dari motor untuk memaksa motor miring. Motor dimiringkan agar pusat gravitasi berubah kearah dalam motor, dan membuat motor bisa membelok. Dalam kasus Jorge Martin, ini juga justru membuatnya lebih miring daripada pembalap lainnya, hingga ia cocok untuk dipanggil ‘raja nikung’!

Namun siapa sangka, ini juga punya dampak negatif. “Sejak seri Austria saya menjadi lebih sering menggesekkan body (fairing) motor ke aspal. Terkadang bahkan membuat saya terjatuh, dan mengakibatkan kami untuk mengganti settingan motor,” tukas Martin.

Berbeda dengan Bagnaia yang memiliki tinggi 174cm, ada beberapa tempat yang membuatnya lebih kesusahan. “Misalnya di tikungan 4 dan 5 di sirkuit Valencia, disitu doski boleh menikung lebih baik. Sebaliknya di tikungan ke kiri, saya merasa baik – baik saja, jadi saat ini saya harus meningkatkan performa di tikungan ke kanan,” lanjut Martin menjelaskan.

Tahun 2022, target Martin sendiri adalah bisa pulih dan tampil lebih konstan. “Saya mengalami cedera yang cukup parah tahun lalu. Ini membuat hampir separuh tenaga hilang. Sekarang saya sedang mencoba untuk mendapatkannya kembali dengan latihan bersama Panigale V4,” tutup Martin dengan tersenyum.

Yang pasti, bila Martin mau mengamankan tempat di Ducati pabrikan, tentu ia tahu apa yang harus dilakukan.

Raider

BACA JUGA